Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp17.760, Pasar Cermati Demo dan Data Inflasi AS

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp17.760, Pasar Cermati Demo dan Data Inflasi AS

MEDIAKEUANGAN.ID — Berdasarkan data Doo Financial Futures, pelemahan rupiah pada Rabu (26/8) tertahan tipis di angka 0,01%. Mata uang Garuda masih berada di bawah bayang-bayang sentimen domestik dan eksternal yang saling bertolak belakang.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rentang pergerakan rupiah hari ini berada di level Rp17.720 hingga Rp17.760 per dolar AS. "Fluktuatif dengan kecenderungan ditutup melemah," ujarnya.

Demo dan Harga Pangan Jadi Pemicu Kewaspadaan

Laporan Trading Economics menyebutkan meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar terhadap rencana aksi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada Kamis (27/8). Faktor ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur risiko di pasar keuangan domestik.

Selain itu, pasar juga tengah menantikan data inflasi bulan Agustus yang dijadwalkan rilis pekan depan. Kekhawatiran muncul seiring risiko fenomena El Niño yang dapat memicu lonjakan harga pangan dan menekan daya beli masyarakat.

Data neraca perdagangan Juli 2026 turut menjadi perhatian, sementara tekanan eksternal dari ketidakpastian harga energi global masih membayangi pergerakan mata uang Asia.

Sentimen The Fed dan Konflik Timur Tengah

Dari eksternal, pelaku pasar mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Media Rusia melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata, sebuah perkembangan yang berpotensi mengubah arah harga minyak dunia.

Investor kini mengalihkan fokus ke rilis data PCE AS yang dijadwalkan keluar Rabu waktu setempat, serta pidato perdana Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada Jumat. Data PCE akan menjadi indikator tambahan kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi.

Presiden The Fed wilayah Boston, Susan Collins, menyatakan dukungannya mempertahankan suku bunga tanpa perubahan untuk saat ini. Syaratnya, inflasi harus terus menunjukkan kemajuan menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Harapan di Balik Plt. Gubernur BI

Di tengah deraan sentimen negatif, pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh harapan keberlanjutan kebijakan di bawah Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Bank Indonesia diperkirakan akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar dalam setiap pengambilan kebijakan.

Kombinasi faktor domestik dan eksternal ini membuat pergerakan rupiah hari ini sulit untuk menguat signifikan. Investor disarankan mencermati perkembangan aksi unjuk rasa dan data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi arah dolar global.

Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index