SBY Pesan ke Rezim Prabowo agar Mengawal Fiskal Ekonomi Negara Kita

SBY Pesan ke Rezim Prabowo agar Mengawal Fiskal Ekonomi Negara Kita
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (FOTO: NET)

JAKARTA - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap merawat kesehatan fiskal kala memburu target pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2027.

SBY menekankan bahwasanya target pertumbuhan yang tinggi harus berjalan selaras dengan manajemen anggaran yang tertib dan evaluasi rutin.

Pesan ini disampaikan SBY untuk menanggapi kebijakan Presiden Prabowo yang memasang sasaran pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka APBN 2026 yakni 5,4%.

"Saya hanya ingin berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten. Jaga betul kesehatan fiskal kami, kemudian implementasinya yang bagus. Jangan ada penyimpangan di sana-sini," ujar SBY melalui unggahan di akun pribadinya @SBYudhoyono, Senin (17/8/2026).

Ia menandai bahwa pemeriksaan kebijakan secara berkala amat penting agar cita-cita pembangunan tidak menimbulkan masalah baru dalam pengelolaan kas negara.

Berdasarkan analisisnya, manajemen pemerintahan yang prima mengharuskan adanya evaluasi setiap saat terhadap efektivitas kebijakan yang sedang berjalan.

Meskipun patokan 6% termasuk ambisius, SBY menilai hal itu bukan berarti mustahil untuk direalisasikan.

Dia mengacu pada masa kepemimpinannya terdahulu selama dua periode, saat peningkatan ekonomi rata-rata berada pada angka 6%.

"Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per capita meningkat secara tajam," ungkapnya.

Selanjutnya, SBY mewanti-wanti bahwasanya tolok ukur pertumbuhan ekonomi pada akhirnya wajib berdampak langsung terhadap kemakmuran warga.

Capaian Produk Domestik Bruto (PDB) dilarang hanya menjadi sekadar angka, tetapi perlu diterjemahkan pada penurunan tingkat kemiskinan, penekanan pengangguran, serta peningkatan kualitas layanan masyarakat.

Dia menilai agenda pembangunan yang dibawa rezim Prabowo--seperti perbaikan sarana kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur--sudah selaras atas ekspektasi rakyat.

Kendati demikian, dia kembali mengingatkan supaya pengeluaran negara tetap terjaga.

"Apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia," tambah SBY.

Sebelum kejadian ini, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional menyentuh 6% pada 2027.

Angka tersebut diutarakan dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di hadapan DPR RI, Jumat (14/8/2026).

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen," tegas Prabowo dalam sidang tersebut.

Peringatan dari sumbernya ini menjadi poin penting bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan keseimbangan antara ambisi pembangunan, kualitas pengeluaran, serta kontrol ketat atas penggunaan fiskal negara agar senantiasa sehat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index