Komite Awasi IT Otoritas Pajak Inggris Senilai 1,6 Miliar Poundsterling Serta Mutu!

Komite Awasi IT Otoritas Pajak Inggris Senilai 1,6 Miliar Poundsterling Serta Mutu!
Ilustrasi Parlemen Inggris (FOTO: NET)

LONDON - Komite Pemeriksaan Keuangan (Public Accounts Committee/PAC) Parlemen Britania secara resmi menerbitkan nota peringatan kepada instansi fiskal Britania, HM Revenue and Customs (HMRC), bertanggal 10 Juli 2026.

Salah satu poin yang disorot catatan ini ialah proyek peremajaan infrastruktur sistem digital (TI) di dalam HRMC.

Kendati Wakil Ketua PAC dari Sumbernya mengakui bahwa kinerja HMRC di dalam menghimpun pajak dari perusahaan raksasa secara umum berlangsung efisien, dari Sumbernya melontarkan peringatan berkaitan dengan alokasi penanaman modal senilai £1,6 miliar bagi perangkat teknologi anyar.

"Komite ini telah melihat terlalu banyak proyek transformasi TI yang gagal dengan mengorbankan para pembayar pajak. Sangat penting agar HMRC tidak menjadi tambahan dalam daftar tersebut," tegasnya Jumat (10/7/2026).

PAC menuntut HMRC menjamin bahwa pembaruan sistem tersebut betul-betul sanggup menghadirkan dampak konkrit terhadap peningkatan ketaatan perpajakan.

Peringatan tersebut erat kaitannya dengan lambannya performa HMRC mutakhir, utamanya tatkala memproses penagihan serta pemeriksaan kepatuhan (compliance investigation).

Mengacu pada hasil penelusuran PAC, waktu rata-rata yang diperlukan guna merampungkan sebuah perkara investigasi dinilai sangat lamban, yakni merentang antara 17 sampai 97 bulan.

Komite pun menemukan fakta bahwa di dalam kurun waktu satu dekade terakhir, HMRC belum mengoptimalkan wewenangnya guna menjatuhkan hukuman keras terhadap korporasi yang secara agresif menjalankan praktik penghindaran pajak (tax avoidance).

Dari Sumbernya memperingatkan bahwa lambatnya penanganan dan kurangnya keterbukaan seputar alur penagihan ini mampu merusak kepercayaan publik.

Hal ini berisiko menciptakan tanggapan bahwa pihak pemerintah mangkir dalam mengatasi isu tax avoidance.

Oleh karena itu, dari Sumbernya mendorong HMRC guna mendongkrak transparansi serta menyebarluaskan pencapaian kinerjanya demi memulihkan tingkat kepercayaan warga.

Laporan PAC pun mendesak HMRC agar kian responsif di dalam meredam ancaman susutnya pemasukan negara.

Bahaya ini utamanya berpangkal dari celah praktik pergeseran laba antarnegara (cross-border profit shifting) yang kerap dieksploitasi oleh bermacam badan usaha multinasional.

Potensi raibnya pemasukan pajak tersebut tercatat pada tingkatan yang berarti.

Dari total £70,1 miliar potensi pajak komersial yang sekarang berada pada fase investigasi, sekira £21 miliar di antaranya bertaut erat dengan ancaman global, termasuk profit shifting.

Tambahan pula, potensi pendapatan pajak Britania pun diestimasikan tergerus sampai £600 juta per tahun akibat adanya pengecualian bagi korporasi asal Amerika Serikat dari ketentuan global minimum tax (GMT).

Dari Sumbernya juga memberikan catatan perihal perbandingan performa penagihan pajak di antara entitas kecil dan entitas besar.

Berdasarkan pandangan dari Sumbernya, entitas kecil justru menyumbang selisih pajak yang lebih masif jika dibandingkan dengan entitas besar.

Dari Sumbernya menerangkan bahwa tiap £1 yang dialokasikan bagi gaji pekerja di direktorat usaha besar instansi pajak Britania mampu mendatangkan pemasukan pajak sebesar £95.

Komite menyodorkan sejumlah saran taktis kepada HMRC.

Otoritas pajak didorong agar mengevaluasi kembali ambang ketentuan pengenaan sanksi yang selama ini jarang diaplikasikan.

Di samping itu, HMRC turut diminta supaya memberikan penyuluhan yang jauh lebih menyeluruh bagi kalangan pengusaha dalam memahami sistem pajak yang dinilai rumit.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index