JAKARTA - Pergerakan indeks harga saham gabungan diperkirakan kembali melemah pada perdagangan hari ini. Penurunan indeks sebesar 1,72% ke level 5.896 pada penutupan pekan lalu disertai dengan munculnya tekanan jual serta posisi pergerakan yang kembali berada di bawah MA20.
Secara mingguan, posisi indeks telah menyusut 4,55% dan telah mencapai target penurunan minimal dari hasil analisis sebelumnya. Saat ini posisi indeks diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. "Kami perkirakan IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784. Adapun, penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.912-5.937."
Berdasarkan data statistik pasar modal, indeks saham turun 4,55% dalam sepekan dari level 6.177,139 menjadi 5.896,134 pada penutupan perdagangan pekan lalu, sekaligus membuat posisinya kembali berada di bawah level psikologis 6.000.
Penurunan ini juga diikuti oleh penyusutan kapitalisasi pasar bursa sebesar 4,51% menjadi Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan mengalami penurunan sebesar 22,95% menjadi 1,73 juta kali transaksi dari 2,24 juta kali transaksi pada pekan lalu. Selain itu, data rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini berubah sebesar 26,01% menjadi 25,18 miliar lembar saham dari 34,03 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, nilai rata-rata transaksi harian bursa pekan ini mencatatkan perubahan sebesar 29,13% menjadi Rp17,58 triliun dari Rp24,80 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, penanam modal mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp537,25 miliar pada perdagangan akhir pekan lalu, sehingga total nilai jual bersih sepanjang tahun ini telah menyentuh angka Rp71,681 triliun.