Pemerintah Jamin Bunga FLPP Tetap 5 Persen walau BI Rate Naik ke 5,75

Pemerintah Jamin Bunga FLPP Tetap 5 Persen walau BI Rate Naik ke 5,75
Ilustrasi Bunga FLPP, Sumber: money.kompas.

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan bahwa suku bunga program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tidak akan berubah dari angka 5 persen hingga masa kredit selesai. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dipastikan tidak akan mengubah besaran angsuran rumah subsidi yang memanfaatkan sistem FLPP ini.

“Program FLPP sangat berpihak kepada rakyat. Penerimanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kriteria Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025. Selain harga rumah terjangkau, masyarakat juga memperoleh bunga tetap 5 persen, subsidi uang muka Rp4 juta, serta cicilan ringan hingga kredit berakhir,” ujarnya.

Sebagai informasi, BI tercatat telah menaikkan suku bunga acuan hingga menyentuh 5,25 persen pada 20 Mei 2026 dan melonjak lagi ke angka 5,75 persen pada 18 Juni 2026. Walau terjadi lonjakan tersebut, pemerintah tetap menjamin para nasabah FLPP mendapatkan kepastian besaran angsuran dengan bunga yang konstan.

FLPP ini sengaja dibuat demi memayungi masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap mampu menjangkau tempat tinggal yang layak huni. Atas dasar instruksi Presiden, Menteri PKP, dan sokongan Komite BP Tapera, besaran bunga FLPP ini dipertahankan di angka 5 persen sampai masa pinjaman usai.

Keberlangsungan program ini ditopang oleh struktur pendanaan yang kokoh, di mana sebesar 75 persen dana FLPP bersumber dari BP Tapera, lalu 25 persen sisanya dipasok lewat sektor pembiayaan melalui PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersama pihak perbankan.

Pada sepanjang tahun 2025 yang lalu, total pemanfaatan FLPP menembus angka 278 ribu unit rumah yang sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah program ini bergulir. Sementara hingga tanggal 24 Juni 2026, distribusi FLPP tercatat sudah menyentuh 81.268 unit hunian yang dananya berhasil dicairkan, disertai 21.735 unit hunian lain yang sudah masuk ke proses akad kredit.

“Capaian ini menunjukkan rumah subsidi masih menjadi pilihan masyarakat. Selain cicilannya terjangkau dan tidak terdampak kenaikan BI Rate, kualitas rumah subsidi kini juga semakin baik,” tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index