BTN Pacu Transformasi Digital, Laba Semester I/2026 Tembus Rp2,4 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:50:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Langkah BTN keluar dari zona nyaman sebagai bank khusus KPR mulai membuahkan hasil. Pada paruh pertama 2026, bank pelat merah ini tidak hanya mencatat pertumbuhan laba dua digit, tetapi juga berhasil menekan rasio kredit bermasalah (NPL) dari 3,3% menjadi 2,99%.

Perbaikan kualitas aset itu turut mendorong biaya pencadangan (cost of credit) turun drastis dari 2,0% menjadi 0,7%. Dengan fundamental yang lebih sehat, total aset BTN mencapai Rp545 triliun, ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan Rp418 triliun serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.

Bale by BTN: 4,5 Juta Pengguna dan Transaksi Rp134 Triliun

Mesin pertumbuhan baru BTN bertumpu pada superapps Bale by BTN. Hingga Juni 2026, aplikasi tersebut telah diunduh dan digunakan oleh sekitar 4,5 juta pengguna. Ekosistem digital ini juga menarik 358 ribu merchant dan 14 ribu developer perumahan, serta terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah.

Aktivitas di dalam platform itu tercatat mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai agregat Rp134 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa nasabah tidak lagi sekadar memakai layanan BTN untuk mencicil rumah, tetapi juga untuk transaksi harian dan kebutuhan finansial lain.

Ekspansi Beyond Mortgage: Akuisisi Portofolio Pensiun SMBC

Diversifikasi bisnis juga ditempuh BTN melalui akuisisi portofolio kredit pensiun milik SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah ini memperluas basis nasabah di luar segmen properti, sekaligus memperkuat layanan keuangan untuk nasabah hingga masa purna bakti.

Kendati melebarkan sayap, BTN menegaskan komitmennya pada mandat utama pembiayaan perumahan nasional. Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun pada semester I/2026. Adapun penyaluran Kredit Program Perumahan mencapai Rp4,1 triliun.

Pengamat: Transformasi BTN Sudah di Jalur yang Benar

Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menilai transformasi BTN tidak hanya terlihat dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari penguatan fundamental. Menurutnya, bank kini tidak lagi memandang nasabah sekadar debitur, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang butuh solusi finansial berkelanjutan.

"Transformasi BTN sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2026).

"BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup," katanya.

Eko menambahkan, tantangan ke depan adalah menjaga momentum transformasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan ekosistem yang dibangun terus memberi nilai bagi masyarakat. Dengan strategi yang ada, BTN dinilai berada di jalur yang benar untuk bersaing di tengah perubahan perilaku nasabah yang semakin digital.

Terkini