MEDIAKEUANGAN.ID — Pameran properti berskala besar yang difasilitasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini dinilai menjadi terobosan baru bagi pengembang dalam menjangkau calon konsumen. Managing Director PPRO Daniel Moeis menyebut kolaborasi ini sebagai peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama dalam mempertemukan pengembang dengan perbankan milik negara.
"Ini menjadi kesempatan yang sebenarnya belum pernah terjadi dan cukup luar biasa bagi kami karena difasilitasi oleh Danantara. Danantara bisa menghubungkan kami sebagai developer dengan para bank Himbara," ujar Daniel Moeis pada gelaran Danantara Housing Expo 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, Banten, kemarin.
Menjaring Generasi Muda di Tengah Tantangan Pembiayaan
Kenaikan harga properti yang kerap melampaui pertumbuhan pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri. Akses pembiayaan yang kerap menjadi batu sandungan pun coba diurai lewat kehadiran bank Himbara di lokasi pameran.
Format expo yang mempertemukan banyak pengembang dalam satu lokasi memudahkan masyarakat untuk membandingkan hunian secara langsung. Calon pembeli tidak hanya bisa melihat spesifikasi unit, tetapi juga berdiskusi dengan petugas perbankan mengenai simulasi kredit pemilikan rumah (KPR) di tempat yang sama.
Sinergi Danantara dan Himbara Percepat Kepemilikan Rumah
Kehadiran Danantara sebagai fasilitator menjadi pembeda utama dari pameran properti pada umumnya. Alih-alih berjalan sendiri, pengembang kini mendapat dukungan ekosistem yang menghubungkan sisi suplai dan sisi pembiayaan dalam satu ekosistem.
Bagi PPRO, jaringan bank Himbara yang luas menjadi kanal distribusi pembiayaan yang efektif. Masyarakat, khususnya pembeli rumah pertama, berpeluang mendapatkan skema angsuran yang lebih ringan dibandingkan jika mengajukan KPR secara mandiri di luar pameran.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan rasio kepemilikan rumah di tengah bonus demografi. Dengan kemudahan akses pembiayaan, diharapkan backlog kepemilikan rumah yang selama ini menjadi momok dapat ditekan secara bertahap.
Prospek PPRO di Tengah Gairah Sektor Properti
Partisipasi aktif PPRO dalam pameran ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap permintaan hunian tapak dan vertikal di tahun 2026. Segmen rumah pertama dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang stabil karena didorong kebutuhan mendasar, bukan sekadar investasi.
Selain memanfaatkan pameran, PPRO juga mengandalkan proyek-proyek yang tengah berjalan di kawasan penyangga Jakarta seperti Tangerang dan Bogor. Lokasi yang dekat dengan pusat bisnis menjadi nilai jual utama bagi pekerja kantoran yang ingin memiliki rumah dengan harga terjangkau.
Kendati demikian, daya beli masyarakat tetap menjadi variabel penentu. Tingkat suku bunga KPR yang kompetitif dari bank Himbara diharapkan mampu menjadi katalis yang mengubah minat menjadi transaksi nyata selama pameran berlangsung.