Sempurnakan Coretax, Menkeu Purbaya Tekan Shortfall Pajak 2026

Kamis, 09 Juli 2026 | 13:12:51 WIB
Ilustrasi Coretax, Sumber: abidetaxconsulting.

JAKARTA – Penyempurnaan sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menjadi langkah penting untuk menekan potensi shortfall pajak tahun 2026. Perbaikan sistem tersebut kini menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan realisasi penerimaan negara.

Kementerian Keuangan memperkirakan penerimaan pajak hingga akhir tahun ini dapat menyentuh angka Rp2.310,8 triliun atau sekitar 98 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun. Melalui proyeksi tersebut, maka potensi selisih kurang dari target yang mesti diantisipasi mencapai Rp46,9 triliun.

Berdasarkan data semester I-2026, total penerimaan pajak terpantau sudah berada di angka Rp1.035,7 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang senilai Rp831,3 triliun.

Peningkatan performa tersebut turut didorong oleh kelanjutan program reformasi perpajakan, khususnya optimalisasi pada sistem Coretax. “Coretax kami perbaiki lagi. Sudah bagus, tapi kemarin ada interface yang lambat lagi, kami perbaiki lagi. Terus kami akan monitor kinerja setiap kantor pajak,” kata Purbaya.

Selain berfokus pada sistem, pengawasan yang lebih ketat juga akan diterapkan kepada para pegawai yang terbukti melanggar kode etik ataupun melakukan penyimpangan. Penataan internal ini menjadi bagian mendasar dari taktik pemerintah demi mendongkrak pendapatan domestik.

Kebijakan tegas bahkan siap diambil terhadap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya. “Sekarang saya juga boleh merumahkan orang. Saya akan merumahkan kalau mereka tidak kerja dengan bagus. Tapi, rata-rata sekarang sudah lebih baik,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, pendapatan dari sektor kepabeanan dan cukai diestimasi mampu mengumpulkan dana sebesar Rp320,6 triliun atau mencapai 95,4 persen dari target pagu APBN sebesar Rp336 triliun.

Secara akumulatif, total pendapatan negara pada tahun ini diproyeksikan dapat menembus target APBN 2026 dengan perolehan Rp3.208,1 triliun atau setara 101,7 persen dari target awal sebesar Rp3.153,6 triliun.

Terkini