MEDIAKEUANGAN.ID — Proton Savvy jadi salah satu city car Malaysia yang punya cerita menarik di pasar otomotif Indonesia. Di balik bodinya yang mungil, mobil ini menyimpan mesin buatan Prancis dan sasis yang diracik insinyur Lotus dari Inggris.
Proton Savvy hadir sebagai city car lima pintu dengan desain yang dirancang sendiri oleh pabrikan Malaysia itu. Kap mesinnya bergaya clamshell, sebuah detail yang jarang ditemui di kelas mobil kecil pada masanya. Di balik kap itu tersimpan mesin berkode D4F berkapasitas 1.2 liter, empat silinder, 16 katup.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 75 dk dengan torsi 105 Nm. Untuk ukuran mobil sekelasnya saat itu, angka tersebut terbilang besar. Mesin yang sama dipakai Renault untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo.
Mengapa Proton Pakai Mesin Renault?
Keputusan memakai mesin D4F tidak lepas dari sejarah panjang Proton bersama mitra teknologinya. Sejak berdiri pada 1983, Proton mengandalkan Mitsubishi sebagai pemasok teknologi. Pabrikan asal Malaysia itu kemudian beralih menggandeng PSA, induk Peugeot dan Citroën, lewat kesepakatan transfer teknologi.
Dari kerja sama itu lahir Proton Tiara pada 1996, yang tak lain adalah Citroën AX dengan sentuhan ulang bermesin 1.1 liter TU. Tiara berhenti diproduksi pada 2000 dengan catatan penjualan yang jauh dari harapan. Kerja sama dengan PSA pun berakhir, meninggalkan Proton tanpa pijakan di segmen mobil kecil.
Pengembangan mobil penggantinya berjalan dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platformnya digarap sendiri oleh Proton, sementara urusan dapur pacu diserahkan ke pemasok luar yang sudah teruji di pasar Eropa. Langkah ini memangkas ongkos dan waktu pengembangan mesin baru yang menuntut biaya riset besar.
Mesin D4F sendiri sudah lebih dulu dipakai di berbagai model Renault dan Dacia sejak awal era 2000-an. Transmisi manual lima percepatannya juga dipinjam langsung dari Clio. Beberapa bulan setelah peluncuran, Proton menambah varian bertransmisi Automated Manual Transmission (AMT) Magneti Marelli Quickshift 5.
Sentuhan Lotus di Bagian Sasis
Peran Eropa pada Savvy tidak berhenti di mesin. Sasis mobil ini mendapat penanganan dari para insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton. Jejak Renault juga masih terbaca di dalam kabin lewat penempatan tuas transmisi mundur di posisi kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola tersebut lazim dipakai mobil-mobil Eropa sejak pertengahan tahun 1990-an.
Kiprah Singkat di Indonesia
Savvy dipasarkan di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia (PEI) dengan pilihan transmisi manual dan AMT. Mobil ini sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007. Pada masanya, Savvy bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto.
Eksistensi Savvy di Tanah Air tidak berlangsung lama. Produksinya dihentikan pada 2011 seiring penjualannya di Malaysia yang tergerus oleh Perodua Myvi. Meski kiprahnya singkat, kombinasi mesin Renault dan sasis racikan Lotus membuat Savvy tetap dikenang sebagai salah satu city car dengan karakter khas Eropa.