Laba Bersih BCA Digital Melonjak Melesat 53 Persen Pada Semester I 2026

Senin, 07 September 2026 | 10:59:39 WIB
Ilustrasi Blu by BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Digital BCA (BCA Digital) anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), membukukan capaian positif pada paruh pertama 2026.

Keuntungan bersih perusahaan menyentuh Rp129,59 miliar, melompat sebesar 53,13% dari Rp84,62 miliar pada semester I/2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, lonjakan laba tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan penerimaan bunga bersih.

Sampai Juni 2026, penerimaan bunga bersih BCA Digital tercatat sebesar Rp704,50 miliar, terangkat 10,92%.

Di samping itu, performa perusahaan turut disokong oleh penguatan pendapatan komisi dan penerimaan lainnya.

Penerimaan komisi terbilang Rp59,54 miliar, melejit 25,74% dari Rp47,35 miliar pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu pendapatan lainnya meningkat 25,28% atau menjadi Rp42,90 miliar.

Pada semester I/2025, pos penerimaan tersebut tercatat sebesar Rp34,24 miliar.

Di tengah pembengkakan pendapatan, BCA Digital tetap mencatat kenaikan pada pos pengeluaran operasional.

Beban operasional lainnya menyentuh Rp538,78 miliar, naik tipis 1,93% dari Rp528,58 miliar pada semester I/2025.

Peningkatan tersebut di antaranya berasal dari pengeluaran tenaga kerja yang terangkat 12,35% atau menjadi Rp104,22 miliar.

Sedangkan pos pengeluaran lainnya tumbuh 19,48%, menjadi Rp253,29 miliar.

Berbekal pertumbuhan penerimaan yang melampaui kenaikan biaya, laba operasional BCA Digital sukses menyentuh Rp165,71 miliar.

Nominal tersebut meningkat 55,52% dari Rp106,55 miliar.

Pada pos nonoperasional, perusahaan membukukan rugi sejumlah Rp444 juta.

Capaian tersebut membaik jika dibandingkan dengan rugi nonoperasional sebesar Rp1,94 miliar pada masa yang sama tahun lalu.

Mengenai aspek bisnis intermediasi, BCA Digital mencatatkan penguatan penyaluran kredit sepanjang semester I/2026.

Akumulasi kredit yang disalurkan mencapai Rp8,99 triliun, naik 3,31% bila dibandingkan Rp8,70 triliun pada Juni 2025.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Hingga Juni 2026, DPK yang dikumpulkan BCA Digital menyentuh Rp15,78 triliun, tumbuh 20,20% YoY dari Rp13,12 triliun kurun setahun sebelumnya.

Kenaikan DPK salah satunya disokong oleh lompatan simpanan giro.

Simpanan giro meningkat 348,74% dari Rp42,76 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp191,88 miliar pada Juni 2026.

Sejalan dengan perluasan bisnis tersebut, nilai aset BCA Digital turut mencatatkan penguatan.

Sampai akhir Juni 2026, aset perusahaan tercatat sebesar Rp20,81 triliun, tumbuh 16,90%.

Mengenai permodalan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BCA Digital tercatat 34,45% pada semester I/2026.

Indikator tersebut melandai dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 37,78%, namun tetap memperlihatkan level permodalan yang terbilang kokoh.

Sementara itu, kualitas pembiayaan perusahaan relatif terkendali.

Rasio kredit bermasalah kotor atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,94%, sedikit membaik dari 0,95% pada semester I/2025.

Selanjutnya, NPL net turun menjadi 0,15% dari sebelumnya 0,22%.

Di pos selisih, net interest margin (NIM) BCA Digital tercatat sebesar 7,05%, melandai dari 7,47% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Walau margin bunga bersih mengalami penurunan, efisiensi operasional perusahaan menunjukkan kemajuan.

Kondisi tersebut tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang melandai menjadi 83,94% pada semester I/2026 dari 88,29% pada semester I/2025.

Secara menyeluruh, capaian semester I/2026 memperlihatkan penguatan keuntungan yang ditopang oleh kenaikan penerimaan, ekspansi aset dan DPK, serta perbaikan efisiensi operasional, sembari kualitas kredit tetap terkendali.

Tags

Terkini