BTN Bukukan Penyaluran Kredit Hunian Sebanyak Lebih 6 Juta Unit

Kamis, 03 September 2026 | 12:41:37 WIB
Ilustrasi BTN (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dari kurun 1976, BTN sudah mencairkan pembiayaan bagi lebih dari 6 juta tempat tinggal di Indonesia.

Grup BTN pada masa ini memegang kisaran 38% pangsa pasar KPR nasional serta melampaui 70% porsi pasar KPR subsidi.

Selama periode 2026, Grup BTN sudah merealisasikan pembiayaan lebih dari 100.000 unit KPR FLPP.

Adapun di wilayah Jambi hingga Juni 2026, BTN sukses mencatatkan 1.517 unit KPR dengan plafon pembiayaan berkisar Rp240,99 miliar.

BTN dalam masa ini gencar memacu peningkatan standar serta keterhunian rumah subsidi sejalan dengan ekspansi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Provinsi Jambi.

Hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tak cuma dituntut ekonomis, melainkan patut layak, ramah, aman, sehat, serta disokong lingkungan yang kondusif.

Bentuk kepedulian tersebut diutarakan saat Acara Seremonial Akad Massal KPR BTN Bersubsidi "250 Dreams Unlocked" di kawasan Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (29/8).

Bergandengan dengan LIP House, BTN mengakomodasi proses akad KPR bersubsidi bagi 250 nasabah yang serta-merta mengantongi kunci rumah agar segera ditempati.

dari sumbernya memaparkan, rumah mengandungi nilai guna lebih luas dibanding bangunan fisik semata.

Rumah berperan menjadi sarana bernaung keluarga sekaligus wadah bagi anak-anak untuk tumbuh serta membina kepribadian.

"Rumah bukan hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi bagaimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah akad kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik," ujar dari sumbernya dalam rilis pers tertulis Selasa (1/9/2026).

Sesuai penjelasan dari sumbernya, satu di antara hambatan dalam memangkas defisit keterbatasan rumah (backlog) yaitu mencocokkan data minat publik dengan keberadaan lahan serta suplai hunian di lokasi yang pas.

Lantaran hal tersebut, BTN memicu kerja sama dengan pemda dan pihak pengembang agar proses pembangunan rumah makin presisi dengan keperluan warga.

Aneka regulasi pemerintah ikut melapangkan keterjangkauan MBR pada fasilitas rumah, semisal KPR FLPP bertingkat bunga tetap 5% hingga akhir tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), berikut pelbagai kemudahan terkait PPN, BPHTB, serta PBG.

Kenaikan penyaluran FLPP di area Jambi pun disokong oleh persentase keterhunian yang lumayan tinggi.

Merujuk pada catatan BP Tapera, proporsi KPR FLPP terhuni di Provinsi Jambi menyentuh 95,07%, melampaui standar rata-rata nasional sejumlah 94,02%.

Kompleks Grand Citra Asri Pudak turut terhitung menjadi salah satu area hunian yang masuk dalam ruang pemantauan BP Tapera bersama BTN KC Jambi pada Agustus 2026.

dari sumbernya menyebutkan, tingkat keperluan hunian bakal terus melonjak searah dengan ekspansi wilayah perkotaan dan fenomena urbanisasi.

Oleh sebab itu, pengerjaan proyek perumahan wajib ditunjang oleh penyediaan fasilitas publik yang memadai.

dari sumbernya mengungkapkan, prosesi akad 250 KPR ini menjadi momen bersejarah tersendiri bagi LIP House lantaran tolok ukur pencapaian perumahan tak sekadar diukur lewat kuantitas unit, melainkan warga yang bisa memperoleh hunian.

"Ini menjadi milestone bagi kami. Sebanyak 250 unit ini bukan hanya mau kami hitung sebagai unit, tetapi kami ingin menghitung bahwa hari ini kami membantu 250 orang menerima rumah baru," ujar dari sumbernya.

Tags

Terkini