JAKARTA - Lembaga perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya untuk memperluas jangkauan pemasaran ke mancanegara.
Hingga kini, tercatat lebih dari 5.000 entitas UMKM yang sukses mendapatkan bimbingan melalui payung program Bakti BCA.
Estimasi nilai komoditas ekspor dari para pelaku UMKM binaan tersebut diproyeksikan dapat mencapai Rp110,9 miliar.
Direktur BCA, dari sumbernya, menjelaskan bahwa proses pengembangan UMKM mengharuskan adanya pendampingan terstruktur dari peningkatan mutu produk hingga perluasan pasar.
“Pengembangan desa wisata dan UMKM membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara berbagai pihak. Mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, hingga perluasan akses pasar,” ujar dari sumbernya dalam keterangannya, Senin (30/8/2026).
Langkah pembimbingan tersebut disalurkan lewat program Desa Bakti BCA, sebagai manifestasi dari wujud creating shared value (CSV) Bakti BCA.
Inisiatif ini mengonsentrasikan diri pada penguatan kemampuan para pelaku bisnis beserta perluasan saluran penjualan.
Tujuan besarnya yakni menggenjot kualitas serta daya saing produk UMKM agar mampu bersaing di pasar skala global.
Saat ini BCA mendampingi sebanyak 28 desa yang tersebar di beragam pelosok tanah air.
Pendampingan tersebut meliputi optimalisasi potensi desa wisata, pengembangan sektor UMKM desa, hingga revitalisasi lahan perkebunan kopi.
Dalam pelaksanaan program, BCA menyediakan hampir 200 ragam modul pelatihan yang dirancang khusus bagi masyarakat desa.
Materi pengajaran ditujukan guna memperkuat kapabilitas sumber daya manusia, memantapkan struktur organisasi, dan membuka akses pemasaran baru.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, dari sumbernya, menegaskan bahwa pengembangan keahlian dan jaringan bisnis merupakan bagian penting bagi UMKM desa.
“Desa Bakti BCA Community Forum menjadi ruang bagi kami untuk terus belajar bersama, mengevaluasi program, dan memperkuat kapasitas para penggerak desa wisata maupun pelaku UMKM,” ujarnya.
“Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan,” lanjut dari sumbernya.
Selain melapangkan jalan menuju pasar luar negeri, rangkaian program Bakti BCA memberikan kontribusi nyata bagi penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data resmi korporasi, aktivitas pemberdayaan tersebut telah menyerap hingga 1.593 pekerja di wilayah desa binaan.
Manajemen BCA menilai kemajuan UMKM perlu diakselerasi melalui pembenahan kapasitas internal pelaku usaha sekaligus pembukaan pintu pasar.
Metode pendampingan tersebut diarahkan demi mendorong kenaikan level bisnis serta mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Langkah ini diperkuat melalui gelaran Desa Bakti BCA Community Forum 2026 yang dilaksanakan pada 25-27 Agustus 2026.
Ajang forum ini mempertemukan pengelola desa binaan, para pelaku UMKM, jajaran pemerintah, beserta para pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bertukar pemikiran, mengasah kemampuan kerja, dan menjajaki kerja sama bisnis.
“Kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan,” ujar dari sumbernya.
Pihak BCA berharap pendampingan ini membuat semakin banyak pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produk hingga level internasional.
“Kami berharap, kedepan akan semakin banyak UMKM binaan yang bisa meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar hingga ke go international,” tegas dari sumbernya.