IHSG Berpotensi Naik Terbatas Pasar Saham Nantikan Pidato Kevin Warsh

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:12 WIB
Ilustrasi saham (FOTO: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (28/8/2026), setelah sehari sebelumnya naik 1,81 persen ke level 6.521.

Meski pasar mulai pulih, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas global dan menanti arah kebijakan moneter AS dari pidato pejabat The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

Dari sumbernya mengatakan secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan area support dan resistance masing-masing berada di level 6.440 dan 6.635.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.440 – 6.635,” ujar dari sumbernya dalam risetnya, Jumat (28/8/2026).

Pada perdagangan Kamis (27/8/2026), IHSG ditutup menguat 116,06 poin atau 1,81 persen ke level 6.521.

Penguatan dipimpin sektor industrials yang naik 3,95 persen.

Dari sumbernya mengatakan sentimen pasar turut dipengaruhi data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan perbaikan.

US Initial Jobless Claims turun dari 207.000 menjadi 203.000, sedangkan US Continuing Claims turun dari 1,796 juta menjadi 1,778 juta.

Menurut dia, penurunan klaim pengangguran tersebut memberikan kelegaan bagi The Fed untuk sementara waktu, sehingga perhatian dapat lebih difokuskan pada inflasi yang masih relatif sulit turun.

“US Initial Jobless Claims mengalami penurunan dari sebelumnya 207k menjadi 203k, sebuah level yang dekat dengan titik terendah sepanjang sejarah. Begitupun dengan US Continuing Claims yang mengalami penurunan dari sebelumnya 1.796k menjadi 1.778k, yang tentu saja ini merupakan sesuatu yang sangat positif,” katanya.

Meski demikian, dari sumbernya mengingatkan data tersebut tetap perlu dicermati karena penurunan klaim pengangguran juga dapat dipengaruhi oleh berakhirnya masa manfaat tunjangan bagi sebagian pengangguran.

Di sisi inflasi, pasar masih perlu memperhatikan potensi kenaikan harga minyak akibat konflik AS dan Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut dinilai dapat kembali memberikan tekanan terhadap inflasi dan memengaruhi arah kebijakan The Fed.

Perhatian investor juga tertuju pada hubungan dagang Amerika Serikat dan Kanada yang masih memanas.

Dari sumbernya menilai eskalasi perang dagang kedua negara berpotensi meluas dan menambah ketidakpastian bagi pasar global.

Sementara itu, pidato Kevin Warsh di Jackson Hole menjadi salah satu katalis penting pada perdagangan selanjutnya.

Pelaku pasar akan mencermati sinyal Warsh mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari sumbernya juga menyoroti pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia.

Kenaikan imbal hasil US Treasury membuat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun kembali berada di kisaran 7-7,10 persen.

Menurut dia, kenaikan tersebut masih tergolong wajar setelah imbal hasil SUN 10 tahun sebelumnya turun cukup dalam dari kisaran 7,20-7,30 persen.

“Kami melihat potensi tersebut cukup besar. Namun mungkin akan bertahap, sama dengan kenaikkan IHSG. Kami melihat pasar mulai pulih, namun tetap hati-hati karena volatilitas masih cukup tinggi,” ujar dari sumbernya.

Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan belanja negara 2027 sebesar Rp 4.097 triliun, naik 6,6 persen dari proyeksi 2026 sebesar Rp 3.842 triliun.

Belanja pemerintah pusat ditargetkan mencapai Rp 3.362 triliun, naik 3,6 persen.

Anggaran tersebut terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 1.504,7 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga Rp 1.857 triliun.

Sejumlah sektor mendapatkan alokasi besar, termasuk anggaran pendidikan Rp 820,9 triliun, perlindungan sosial Rp 549,9 triliun, kesehatan Rp 244,9 triliun, serta ketahanan pangan Rp 195,3 triliun.

Dari sumbernya menilai kenaikan belanja negara menunjukkan pemerintah masih mengandalkan kebijakan fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus daya beli masyarakat.

Namun, efektivitas belanja menjadi tantangan karena peningkatan anggaran perlu diikuti pengelolaan yang produktif dan tepat sasaran.

Sementara itu, dari sumbernya mengatakan penguatan IHSG pada Kamis disertai dengan munculnya volume pembelian.

IHSG juga masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20.

“IHSG menguat 1,81 persen ke 6.521 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20,” ujar dari sumbernya.

Meski demikian, dari sumbernya memperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c).

Investor diminta mencermati potensi koreksi pada rentang 6.290-6.394.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.290 - 6.394. Adapun area penguatan IHSG akan menguji area 6.666,” tegas dia.

Tags

Terkini