JAKARTA - Harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan hingga 2 persen seiring munculnya kekhawatiran para pelaku pasar atas potensi jalan buntu dalam negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan harga tersebut didorong oleh kecemasan pasar terhadap gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah jika perundingan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Kondisi ketidakpastian politik internasional ini memicu kekhawatiran tambahan mengenai ketatnya pasokan energi global di masa mendatang.
Para pengamat pasar yang dihubungi dari sumbernya menilai bahwa dinamika perundingan tersebut menjadi faktor dominan yang menggerakkan arah harga komoditas energi saat ini.
"Pasar bereaksi terhadap risiko terhambatnya pasokan jika negosiasi antara AS dan Iran tidak menghasilkan titik temu," ungkap dari sumbernya.