Penyaluran APBN Wilayah Manggarai Raya Serta Ngada Tembus Rp2,51 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:03 WIB
Kepala KPPN Ruteng, Akhmad Zainuddin (FOTO: NET)

ENDE - Pencapaian penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk wilayah Manggarai Raya bersama Kabupaten Ngada sampai 31 Juli 2026 menembus angka Rp2,51 triliun atau setara 58,80 persen dari total pagu yang disediakan.

Angka penyerapan ini bersumber dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) senilai Rp462,67 miliar atau 53,52 persen, ditambah kucuran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dengan nilai Rp2,04 triliun atau 60,14 persen.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ruteng, dari sumbernya, memaparkan bahwa dari perhitungan nominal, pencairan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) serta penyaluran TKDD bergerak turun bila dibandingkan rentang waktu yang sama pada tahun lalu.

“Secara nominal mengalami penurunan Rp43,96 miliar, namun secara persentase tumbuh 10,50 persen year on year,” ujarnya.

Ia menguraikan, dinamika itu dipicu oleh naiknya pos belanja modal dengan kenaikan Rp42,20 miliar dan belanja pegawai sebesar Rp29,39 miliar.

Di sisi lain, alokasi belanja barang mencatatkan koreksi turun Rp27,63 miliar atau merosot 15,71 persen.

Pada sektor lain, kucuran dana TKDD mencatatkan penurunan senilai Rp160,52 miliar.

Koreksi paling tajam bersumber dari alokasi Dana Desa yang tergerus Rp131,35 miliar menyusul pangkasan penetapan anggaran Dana Desa tahun 2026 sebesar Rp343,32 miliar.

Walaupun secara nominal kuantitatif menunjukkan penurunan, performa penyerapan APBN apabila ditinjau dari rasio persentase masih bertahan sangat baik.

Sampai batas akhir Juli 2026, tingkat penyerapan sanggup menyentuh 58,80 persen atau menguat 10,91 persen dari capaian di periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut dari sumbernya, raihan ini mencerminkan bahwa performa kerja dari unit kerja K/L serta pemerintah daerah tetap berjalan optimal.

Tingkat efektivitas penyerapan anggaran bahkan tercatat lebih tinggi dibanding tahun terdahulu, biarpun nilai nominalnya menyusut akibat pangkasan plafon anggaran.

Melihat dari indikator perekonomian, dari sumbernya turut menandaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi daerah hingga Triwulan I 2026 terus memperlihatkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi kawasan Kabupaten Manggarai Barat berada di angka 6,03 persen, Kabupaten Manggarai 5,08 persen, Kabupaten Manggarai Timur 4,97 persen, serta Kabupaten Ngada menyentuh 4,73 persen.

Laju pertumbuhan tersebut utamanya disokong oleh lini Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang kemudian disusul oleh lini Perdagangan dan Sektor Konstruksi.

Lini Administrasi Pemerintahan tidak menempati urutan sebagai pendorong utama pergerakan ekonomi.

Fenomena ini membuktikan bahwa stimulus belanja pemerintah sudah mulai memicu pergerakan aktivitas ekonomi pada berbagai bidang usaha lainnya.

Tingkat ketergantungan pada kucuran dana belanja pemerintah pun perlahan sanggup dikurangi seiring meningkatnya dinamika bisnis masyarakat.

Sementara itu, laju inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Ngada per Juli 2026 berada di level 1,95 persen, alias melandai jika dibandingkan catatan periode sebelumnya.

Sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau memegang porsi penyumbang paling dominan lewat inflasi 2,78 persen serta memberikan kontribusi 1,23 persen pada angka inflasi secara keseluruhan.

Atmosfer ini menandakan bahwa titik temu antara ketersediaan barang dan permintaan pasar mulai seimbang sehingga harga komoditas pangan relatif terkendali.

Untuk jangka panjang, dari sumbernya berharap pemerintah daerah senantiasa menjaga konsistensi ketersediaan barang di pasaran, baik melalui optimalisasi hasil panen lokal maupun pemenuhan pasokan dari wilayah tetangga.

Langkah antisipasi tersebut krusial mengingat proyeksi permintaan barang cenderung stabil, salah satunya didorong oleh kebutuhan bahan makanan pokok guna menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tags

Terkini

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke 6.484, 316 Saham Naik

Rabu, 16 September 2026 | 12:50:00 WIB

Cara Mengatasi Prokrastinasi di Tempat Kerja Secara Efektif

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Aplikasi Time Management Terbaik untuk Pekerja Modern

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Teknik Time Management Terpopuler untuk Pekerja Kantoran

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB