Aksi Beli Asing Dominasi Sesi I BEI Saham Perbankan BBRI Giat Dihimpun

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:02 WIB
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemodal internasional membukukan transaksi beli bersih pada aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai paruh pertama hari, Senin (31/8/2026).

Masuknya modal luar negeri ini utamanya didorong oleh aktivitas pengumpulan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Mengacu pada data Stockbit Sekuritas, hingga penutupan sesi I, pemodal asing mencatatkan aksi beli sebesar Rp2,95 triliun, sedangkan aksi jual asing menyentuh Rp2,77 triliun.

Atas transaksi tersebut, pihak asing mengantongi net foreign buy bersih senilai Rp183,56 miliar.

Emiten BBRI tampil sebagai emiten yang paling diminati modal asing dengan total akumulasi beli bersih mencapai Rp163,99 miliar.

Jumlah tersebut menopang bagian terbesar dari keseluruhan net buy pihak luar pada sesi awal.

Kondisi ini sejalan dengan pelaporan kinerja keuangan BBRI yang baru saja dipublikasikan.

Bank BRI berhasil mengumpulkan laba bersih Rp 31,2 triliun, atau meroket 17,5% secara tahunan (yoy) selama separuh pertama 2026.

Pada urutan selanjutnya diisi oleh PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) lewat net buy modal asing senilai Rp83,62 miliar, lalu diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp53,88 miliar serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp38,41 miliar.

Emiten PT Bintang Oto Global Tbk (BULL) turut mencetak net buy pemodal luar negeri mencapai Rp35,81 miliar, yang disambung oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sejumlah Rp30,37 miliar.

Secara rinci, inilah daftar 10 saham dengan net foreign buy tertinggi hingga paruh pertama:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp163,99 miliar PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) - Rp83,62 miliar PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp53,88 miliar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp38,41 miliar PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp35,81 miliar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp30,37 miliar PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Rp26,92 miliar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp21,32 miliar PT Singaraja Putra Tbk (SINI) - Rp19,12 miliar PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Rp14,48 miliar

Kendati demikian, gelombang aksi beli ini diimbangi aksi pelepasan pada beberapa nama saham.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten dengan tekanan lepas asing terbesar, yakni Rp115,82 miliar.

Berikutnya, pihak luar melepaskan kepemilikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lewat net sell Rp83,42 miliar serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp60,35 miliar.

Dinamika modal luar negeri ini berlangsung di tengah kondisi pergerakan IHSG yang naik-turun pada sesi I.

IHSG sempat melorot menuju posisi 6.476,18 sebelum balik arah mendekati angka pembukaan dan pada kurun tengah hari berada pada posisi 6.517,24.

Aktivitas investor luar hari ini juga bertepatan dengan momentum perdagangan penutup sebelum berlakunya perubahan komposisi indeks MSCI secara efektif per 1 September 2026.

Tags

Terkini