BCA Gelar Desa Bakti BCA Community Forum 2026 Memperkuat Desa Wisata

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:01 WIB
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dan Presiden Direktur BCA Hendra Lembong bersama jajaran Kementerian Pariwisata, manajemen BCA, dan perwakilan desa binaan resmi membuka Bakti BCA Community Forum 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dan Presiden Direktur BCA Hendra Lembong bersama jajaran Kementerian Pariwisata, manajemen BCA, dan perwakilan desa binaan resmi membuka Bakti BCA Community Forum 2026 yang berlangsung pada 25 – 27 Agustus 2026.

Pada forum ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan dan regenerasi pengurus desa wisata, penguatan kapasitas pelaku dan produk UMKM, serta pemanfaatan transformasi digital untuk memperluas akses pasar.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA, memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM dan desa melalui Desa Bakti BCA Community Forum 2026 yang berlangsung pada 25–27 Agustus 2026.

Forum tahunan yang sebelumnya dikenal sebagai Rapat Koordinasi (RAKOR) ini menjadi wadah evaluasi program, peningkatan kapasitas, dan penguatan kolaborasi antara BCA, pengurus Desa Bakti BCA, pelaku UMKM, pemerintah, serta mitra.

Forum ini dihadiri dari sumbernya.

Dari sumbernya mengungkapkan, forum ini diselenggarakan sebagai ruang diskusi sekaligus sarana meningkatkan engagement antarpelaku UMKM dan desa yang selama ini menjadi binaan Bakti BCA.

Melalui forum tersebut, BCA berharap terbuka peluang kolaborasi yang semakin luas agar UMKM dan desa binaan dapat terus berkembang dan naik kelas.

“Pengembangan desa wisata dan UMKM membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara berbagai pihak. Mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, hingga perluasan akses pasar,” ujar dari sumbernya.

Senada dengan dari sumbernya, dari sumbernya mengatakan, melalui Desa Bakti BCA Community Forum 2026, BCA berupaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi, serta menemukan peluang pengembangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Desa Bakti BCA Community Forum menjadi ruang bagi kami untuk terus belajar bersama, mengevaluasi program, dan memperkuat kapasitas para penggerak desa wisata maupun pelaku UMKM. Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan,” kata dari sumbernya.

Rangkaian agenda diawali dengan kedatangan peserta dan coaching clinic pada Selasa (25/8), dilanjutkan dengan forum utama pada Rabu (26/8).

Pada Kamis (27/8), peserta mengikuti kegiatan benchmarking dan closing, sebelum kembali ke area masing-masing pada Jumat (28/8).

Dalam forum tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kepemimpinan dan regenerasi pengelola desa wisata, penguatan kualitas pelaku dan produk UMKM, hingga pemanfaatan transformasi digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Kegiatan studi banding turut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperkaya wawasan mengenai kelestarian lingkungan serta praktik pengembangan usaha yang relevan dengan kebutuhan publik di era modern.

Desa Bakti BCA Community Forum 2026 juga menjadi ajang untuk memberikan apresiasi atas kinerja UMKM dan Desa Bakti BCA yang telah berkontribusi dalam memajukan potensi ekonomi dan sosial di kawasan.

Peserta forum mencakup ketua dan tim penggerak desa wisata, ketua Rumah Pangan Hidup (RPH), serta para pemilik UMKM di desa.

Lewat ajang ini, BCA mendorong penguatan kapasitas dan jejaring antarpelaku supaya potensi desa dan UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi publik.

BCA menjalankan program pemberdayaan ekonomi warga lokal lewat pendampingan usaha dan desa binaan yang berfokus pada peningkatan keahlian sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kelembagaan (capacity building), serta promosi dan perluasan jangkauan pasar (market access) secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan taraf hidup warga.

BCA menitikberatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan berbasis kebutuhan dan kolaboratif demi memastikan setiap program relevan, berdampak nyata, serta berjangka panjang.

Saat ini, Bakti BCA mengampu 28 desa dengan berbagai fokus pembenahan, seperti desa wisata berbasis pedoman pariwisata berkelanjutan, UMKM di dalam desa, dan revitalisasi perkebunan kopi.

Program tersebut juga telah menghasilkan hampir 200 jenis modul pembinaan bagi komunitas masyarakat desa.

Program pendampingan ini berhasil menyerap 1.593 tenaga kerja di desa binaan, membina lebih dari 5.000 peserta UMKM, serta mencatatkan potensi nilai ekspor UMKM binaan Bakti BCA hingga Rp110,9 miliar.

Desa binaan Bakti BCA tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Maluku.

Sejumlah Desa Bakti BCA juga telah memperoleh penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Tags

Terkini