BCA Cetak Laba Rp35,3 Triliun Hingga Juli 2026 Dan Kinerja Saham BBCA

Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:01:43 WIB
Ilustrasi Gedung BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mengumpulkan keuntungan bersih kumulatif senilai Rp35,3 triliun sampai Juli 2026 atau mengalami kenaikan 2 persen secara tahunan, disokong oleh ekspansi pembiayaan korporasi serta kokohnya penghimpunan dana murah.

Akumulasi penyaluran kredit BCA menembus angka Rp1.035,6 triliun atau naik 8 persen secara tahunan, dengan lini korporasi sebagai pendorong utama seusai melompat 13,6 persen menjadi Rp513,4 triliun.

Bidang pendukung pembiayaan meliputi teknologi informasi, kelistrikan, serta pertambangan mineral, sedangkan sektor konsumsi cenderung berjalan stagnan.

Perolehan pendapatan bunga bersih hingga Juli 2026 terangkat tipis 0,3 persen secara kumulatif akibat penyusutan margin bunga bersih sebesar 20 basis poin ke level 5,5 persen.

Meski demikian, khusus untuk periode Juli 2026, perseroan mampu mencetak keuntungan bersih Rp5,1 triliun atau naik 5 persen dibanding kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya.

Performa perseroan turut didukung oleh peningkatan pre-provision operating profit (PPOP) bulan Juli 2026 yang menyentuh Rp6,5 triliun atau terangkat 9 persen secara bulanan.

Proporsi dana murah (CASA) kian menguat hingga menduduki rasio 85,4 persen pada Juli 2026 dengan nominal Rp1.082,3 triliun.

Kualitas aset emiten perbankan swasta tersebut tetap terpelihara dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) pada kisaran 1,8 persen hingga 1,9 persen, serta loan at risk (LAR) di angka 4,9 persen.

Capaian keuangan perseroan menuai perhatian dari para analis pasar modal seputar daya tahan margin dan struktur permodalan perusahaan.

"Laba bersih BCA (BBCA) pada semester I-2026 masih resilien, dengan pertumbuhan 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara tahunan (year on year/yoy)," tulis dari sumbernya dalam risetnya.

Laju pertumbuhan pre-provision operating profit entitas bisnis ini tercatat mengalami peningkatan 2,5 persen secara tahunan hingga pertengahan tahun ini.

"Pendapatan non-bunga yang lebih kuat juga membantu BBCA menahan dampak pelemahan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan tekanan NIM," sebut dari sumbernya.

Analis dari sumbernya menilai rekam jejak perseroan masih berjalan di lintasan yang tepat.

Dari sumbernya mempertahankan saran beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp8.700, sementara dari sumbernya menetapkan patokan harga Rp8.075 dan dari sumbernya menyarankan target Rp7.000.

Pada lantai bursa, pemodal asing membukukan aksi beli bersih saham BBCA mencapai Rp259,73 miliar terhitung sejak 12 Agustus 2026.

Perdagangan saham BBCA diawali tanpa perubahan pada level Rp6.450 per lembar saat pembukaan sesi perdagangan Senin (24/8/2026).

Tags

Terkini

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke 6.484, 316 Saham Naik

Rabu, 16 September 2026 | 12:50:00 WIB

Cara Mengatasi Prokrastinasi di Tempat Kerja Secara Efektif

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Aplikasi Time Management Terbaik untuk Pekerja Modern

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Teknik Time Management Terpopuler untuk Pekerja Kantoran

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB