JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA memacu ekspansi pembiayaan konsumsi lewat pameran BCA Expo 2026.
Suatu prioritas utama BCA pada hajatan tahunan tersebut yakni menggenjot penyaluran Kredit Pemilikan Rumah.
Direktur BCA Haryanto T.
Budiman membeberkan, BCA menguasai porsi pasar yang signifikan pada kategori KPR nonsubsidi.
Catatan data publik mengindikasikan, porsi pasar KPR BCA di luar skema subsidi menyentuh angka 21,3 persen.
"Jadi kalau ditanya apakah ini akan mendorong pertumbuhan kredit konsumer kami? Definitely, pasti. Ini adalah salah satu strategi kami untuk mendorong (kredit konsumer)," kata dari sumbernya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Di samping itu, Haryanto menuturkan porsi pasar pemesanan KPR BCA di sepanjang tahun ini berada melampaui level 26 persen.
"Jadi meskipun memang pertumbuhan kredit KPR tahun ini lebih lambat dibandingkan tahun lalu, tapi market share kami itu masih terus meningkat," jelasnya.
Sementara angka transaksi hunian primer BCA dilaporkan tereskalasi 30 persen dibanding tahun lalu pada kuartal II 2026.
"Dan kami harapkan dengan adanya expo ini, kami bisa terus meningkatkan KPR yang kami salurkan kepada masyarakat, sehingga ujung-ujungnya adalah bisa juga mendorong pertumbuhan ekonomi daripada Indonesia itu sendiri," jelasnya.
Pada aspek berbeda, Haryanto menjamin bunga mengambang KPR BCA bakal konsisten bertahan di angka 11 persen kendati suku bunga patokan mengalami lonjakan.
"Tapi yang pasti adalah meskipun sudah ada kenaikan benchmark rate, floating rate kami tidak berubah," tuturnya.
"Jadi tetap 11%. KPR floating rate kami tetap 11%," sambungnya.
BCA pun mematangkan promosi tingkat bunga eksklusif untuk para debitur, khususnya transaksi unit dari pengembang yang menjadi mitra resmi perseroan.
"Untuk bunga yang nanti kami tawarkan, ada bunga-bunga spesial. Untuk developer kerjasama kami, khusus untuk nasabah kami, itu ada bunga yang spesial dan terus terang bunganya bagus, tidak kalah dengan bunga yang di expoversary 2026 yang lalu, tidak kalah," tuturnya.
Lebih jauh, dirinya menjelaskan BCA menetapkan beberapa perubahan atas promo suku bunga.
Akan tetapi, perubahan itu tak dieksekusi secara tajam.
"Memang ada beberapa penyesuaian juga, tapi penyesuaian kami tidak drastis, tidak signifikan," ujarnya.
Haryanto menaruh harapan, beraneka tawaran menarik dapat memacu publik agar kian mantap mengajukan pinjaman, baik KPR maupun fasilitas kredit konsumtif lain di BCA.
"Dan dengan begitu kami bisa terus meningkatkan ketumbuhan kredit consumer," katanya.
Di luar divisi KPR, ajang BCA Expo 2026 turut menyajikan beragam paket alternatif mulai dari Kredit Kendaraan Bermotor sampai Kredit Sepeda Motor.
Rangkaian BCA Expo 2026 rencananya dilangsungkan di tujuh wilayah.
Agenda pembuka bergulir secara luring di kota Surabaya pada 21-23 Agustus 2026.
Adapun akses pelaksanaan secara dalam jaringan dapat dikunjungi melalui portal resmi expo.bca.co.id dari tanggal 21 Agustus sampai 31 Oktober 2026.