Skema Dividen Danantara Siap Dirancang Purbaya Guna Menekan Utang APBN

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:48:56 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Bendahara Negara membeberkan bahwa agenda pemindahan porsi keuntungan Perusahaan Negara ke dalam tabungan fiskal APBN tengah dalam tahap diskusi intensif dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.

Pihak regulator mematok penetapan aturan mengenai formulasi tersebut dapat dituntaskan pada periode tahun ini.

"Masih dibicarakan dengan Pak Rosan. Diputuskan tahun ini katanya. Dananya sudah ada, tetapi masih dibicarakan,” kata Purbaya dari sumbernya.

Purbaya memaparkan, alokasi dana tersebut saat ini posisinya masih terdaftar sebagai simpanan pemerintah.

Imbasnya, proyeksi penyaluran hasil usaha BUMN ini belum tercantum pada perhitungan estimasi Penerimaan Negara Bukan Pajak buat periode mendatang.

"Berarti belum masuk itu. Cadangan dari situ. Sekarang itu masih cadangan pemerintah," ujar Purbaya.

Kebijakan mengalokasikan porsi hasil BUMN sebagai pos simpanan fiskal sejak periode 2026 merupakan instruksi langsung Kepala Negara Prabowo Subianto.

Strategi tersebut dimaksudkan untuk memperkokoh daya tahan APBN sekaligus menahan laju kebutuhan pinjaman anyar.

Menyesuaikan revisi Regulasi BUMN, penanganan seluruh entitas perusahaan negara saat ini berpindah ke dalam naungan Danantara.

Konsekuensinya, laba bersih BUMN yang tadinya ditransfer langsung menuju Kas Negara lewat kanal PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan, sekarang bermuara ke Danantara terlebih dahulu.

"Tahun ini mulai, bukan bulan ini. Nanti kami lihat ya," tutur Purbaya dari sumbernya.

Berdasarkan penjelasan Purbaya, sebagian perolehan laba yang diurus Danantara kelak bisa disetorkan kembali berupa tabungan cadangan negara.

Formulasi ini diproyeksikan manjur memangkas beban pembiayaan pinjaman di kala tingginya kewajiban pembayaran bunga.

"Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah, sehingga itu yang bisa mengurangi utang kami juga," jelasnya.

Walaupun tata cara pemulihan aliran keuntungan menuju APBN belum dipaparkan secara detail, Purbaya menjamin sebagian anggarannya telah tersedia dan eksekusinya hanya menantikan arahan dari Presiden.

"Sebagian tahun ini juga sudah ada. Tetapi nanti kami lihat petunjuk Bapak Presiden," tambahnya.

Purbaya menekankan, pemaksimalan penerimaan dari Danantara merupakan salah satu strategi pemerintah demi merawat keberlanjutan anggaran nasional jangka panjang.

"Jadi kami meningkatkan efisiensi pendapatan kami dan ingin membuat anggaran kami ke depan semakin berkesinambungan. Segala cara kami manfaatkan, termasuk pendapatan dari Danantara," tegas Purbaya.

Sebagai catatan, total liabilitas utang negara tercatat menembus Rp 10.293,69 triliun hingga akhir Juni 2026 atau sebanding 41,26% dari Produk Domestik Bruto.

Nilai tersebut melonjak sebesar Rp 373,27 triliun jika dibandingkan dengan periode Maret 2026 yang senilai Rp 9.920,42 triliun.

Tags

Terkini