Purbaya Mengenakan Busana Adat Jawa di Perayaan HUT RI ke-81

Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:54:22 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir dengan gaya berbeda pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika pada kurun waktu beberapa tahun ke belakang dirinya kerap menggunakan pakaian adat Betawi, pada perayaan kali ini dari sumbernya menentukan busana tradisional Jawa lengkap memakai belangkon, beskap, hingga keris.

Menariknya, keputusan tersebut bukan didasari karena sosok tersebut merupakan orang Jawa.

Dirinya mengungkapkan berasal dari kawasan Bogor, namun memilih pakaian adat Jawa karena berhasrat menghadirkan kesan baru yang juga praktis.

“Ini pakaian adat Jawa. Ini belangkon. Ini pakaian beskap, sama kris,” ujar Menkeu Purbaya di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Sepanjang lima tahun belakangan, dari sumbernya menyebutkan selalu memakai pakaian adat Betawi pada seluruh agenda peringatan hari kemerdekaan.

Tahun ini, dirinya memantapkan diri mencari opsi alternatif yang dirasa lebih simpel.

Proses persiapannya pun dikerjakan dalam kurun kuranglebih dua minggu sebelum acara upacara dimulai.

“Saya cari yang lebih praktis, yang beda dari Betawi. Jadi saya pikir cukup praktis,” kata Menkeu.

Di samping kehebohan perayaan HUT ke-81 RI, sosok tersebut juga membagikan kisah lain mengenai kebiasaannya tiap momen 17 Agustus.

Dirinya membeberkan tidak memiliki tradisi spesial bersama keluarga tercinta.

Pada beberapa tahun belakangan, kesibukannya lebih banyak diisi dengan mengikuti rangkaian upacara, lalu beristirahat lantaran kelelahan fisik.

“Biasanya selama lima tahun terakhir upacara aja. Abis itu kecapean, siangnya tidur,” ujar Purbaya sambil berseloroh.

Kadang kala, dirinya menyempatkan waktu memantau bermacam perlombaan yang diselenggarakan warga untuk memeriahkan suasana kemerdekaan.

Saat ini, tingkat kesibukan dari sumbernya pada momen hari kemerdekaan semakin meningkat.

Selain menghadiri agenda perayaan tingkat nasional, dirinya terjadwal memimpin jalannya upacara di lingkungan internal Kementerian Keuangan sebelum bertolak menuju Istana Merdeka mendampingi Presiden Prabowo.

Sewaktu ditanyai mengenai hal yang paling memicu kecemasan, sosok tersebut malah menyebutkan momen memimpin upacara di Kementerian Keuangan.

Menurut dirinya, mengemban tugas sebagai inspektur upacara memiliki beban tersendiri sebab kekeliruan sekecil apa pun bakal langsung disaksikan oleh para peserta.

“Saya pikir paling deg-degan ya memimpin upacara di Departemen Keuangan. Karena kalau salah kelihatan salahnya,” tuturnya.

Berdasarkan pertimbangannya, mengendalikan rapat APBN justru terasa jauh lebih gampang sebab berbagai masalah dapat dibicarakan dan diuraikan bersama banyak orang.

Di lain sisi saat upacara, dirinya harus berdiri sebagai seorang inspektur upacara yang menjadi pusat penglihatan.

“Kalau APBN kan bisa diskusi banyak orang. Kalau ini kan di depan sendirian,” katanya.

Menginjak usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81, sosok tersebut menaruh harapan agar momentum ini menjadi awal gerak bagi perekonomian nasional untuk melaju semakin kencang.

Dirinya berpandangan hasil capaian pertumbuhan ekonomi di semester awal perlu dijadikan acuan guna memacu kinerja ekonomi yang makin tinggi pada semester berikutnya.

“Ini titik awal kami ke pertumbuhan yang lebih cepat lagi ke depan. Kemarin kan semester pertama 5,45. Kami coba tekan atau dorong ke arah 6 persen di semester kedua ini,” ujar Purbaya.

Dirinya berharap percepatan ekonomi itu dapat berjalan terus-menerus sehingga Indonesia mampu melangkah semakin cepat menuju taraf masyarakat yang makin sejahtera.

Namun, di tengah suasana perayaan kemerdekaan yang penuh dengan keceriaan, dari sumbernya turut mengutarakan kepedulian kepada warga yang sedang tertimpa cobaan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dirinya menyampaikan rasa simpati dan duka cita mendalam untuk para masyarakat yang mengalami dampak musibah.

Sosok tersebut berharap tidak ada lagi gempa besar maupun gempa susulan yang mampu memperburuk keadaan warga di sana.

“Saya amat prihatin dan turut berduka cita dengan apa yang terjadi di sana. Saya nggak tahu korbannya udah berapa. Tapi doa saya mudah-mudahan nggak terjadi lagi gempa-gempa besar,” katanya.

Dari sumbernya menjamin bahwa pihak pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk penanganan musibah.

Dirinya menegaskan pihak pemerintah bakal terus memantau perkembangan keadaan di wilayah NTT serta siap menambah dana alokasi apabila dibutuhkan.

“Kalau perlu tambah, kita tambah. Jadi masyarakat di NTT nggak usah khawatir. Pemerintah sudah menyiapkan dana yang cukup,” tegasnya.

Bagi sosok tersebut, perayaan kemerdekaan bukan sekadar urusan upacara serta suasana meriah semata.

Di tengah kesibukan yang sangat padat, momentum peringatan HUT ke-81 RI turut menjadi pengingat mengenai cita-cita membawa bangsa Indonesia tumbuh lebih kencang sekaligus memastikan negara senantiasa hadir bagi warga yang tengah ditimpa kesusahan.

Tags

Terkini