BATANG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan penghargaan terhadap tata kelola PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terkait pendistribusian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di skala nasional.
Pujian tersebut diungkapkan saat pelaksanaan Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di BATANG, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7).
“Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,” jelas dari sumbernya.
Dalam momen serupa, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menekankan bahwa hunian adalah keperluan yang amat krusial bagi publik.
Presiden mengimbau seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kerja sama agar kian banyak rakyat sanggup memiliki kediaman yang pantas serta murah.
Pada agenda itu, BTN berperan sebagai perbankan dengan jumlah nasabah terbanyak.
Sebanyak 30.203 debitur BTN melakukan akad baik secara tatap muka maupun virtual dari beragam daerah di Tanah Air.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan, keberhasilan itu merupakan buah kerja sama seluruh ekosistem hunian yang kian solid, mencakup sokongan Danantara Indonesia dalam mempererat kolaborasi antar pemerintah, BP Tapera, perbankan, serta pengembang.
“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,” kata Nixon.
Sampai 29 Juli 2026, merujuk data Kementerian PKP, BTN sudah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, yang merupakan jumlah terbanyak di antara bank-bank Himbara.
Di sisi lain, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit.
Secara akumulatif, BTN serta BSN sudah mendistribusikan 84.048 unit hunian subsidi sepanjang 2026.
Menurut dari sumbernya, dominasi BTN dalam pendanaan rumah rakyat tidak hanya dibuktikan melalui pemberian KPR ke publik, namun juga lewat penguatan sektor suplai.
Sampai 29 Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah menyentuh angka sekitar Rp4,39 triliun guna menopang pengembang, kontraktor, gerai material, serta aktor usaha lainnya dalam rantai pasok hunian.
Kegiatan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun ini adalah yang paling masif sejak pertama kali diadakan.
BP Tapera mencatat acara tersebut mengikutsertakan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus merefleksikan semakin solidnya sinergi pemerintah dengan dunia perbankan dalam mengakselerasi ketersediaan hunian bagi warga berpenghasilan minim.BATANG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan penghargaan terhadap tata kelola PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terkait pendistribusian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di skala nasional.
Pujian tersebut diungkapkan saat pelaksanaan Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di BATANG, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7).
“Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,” jelas dari sumbernya.
Dalam momen serupa, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menekankan bahwa hunian adalah keperluan yang amat krusial bagi publik.
Presiden mengimbau seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kerja sama agar kian banyak rakyat sanggup memiliki kediaman yang pantas serta murah.
Pada agenda itu, BTN berperan sebagai perbankan dengan jumlah nasabah terbanyak.
Sebanyak 30.203 debitur BTN melakukan akad baik secara tatap muka maupun virtual dari beragam daerah di Tanah Air.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan, keberhasilan itu merupakan buah kerja sama seluruh ekosistem hunian yang kian solid, mencakup sokongan Danantara Indonesia dalam mempererat kolaborasi antar pemerintah, BP Tapera, perbankan, serta pengembang.
“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,” kata Nixon.
Sampai 29 Juli 2026, merujuk data Kementerian PKP, BTN sudah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, yang merupakan jumlah terbanyak di antara bank-bank Himbara.
Di sisi lain, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit.
Secara akumulatif, BTN serta BSN sudah mendistribusikan 84.048 unit hunian subsidi sepanjang 2026.
Menurut dari sumbernya, dominasi BTN dalam pendanaan rumah rakyat tidak hanya dibuktikan melalui pemberian KPR ke publik, namun juga lewat penguatan sektor suplai.
Sampai 29 Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah menyentuh angka sekitar Rp4,39 triliun guna menopang pengembang, kontraktor, gerai material, serta aktor usaha lainnya dalam rantai pasok hunian.
Kegiatan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun ini adalah yang paling masif sejak pertama kali diadakan.
BP Tapera mencatat acara tersebut mengikutsertakan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus merefleksikan semakin solidnya sinergi pemerintah dengan dunia perbankan dalam mengakselerasi ketersediaan hunian bagi warga berpenghasilan minim.