Prediksi Rupiah 12 Mei 2026: Tertekan Geopolitik ke Level Rp17.430

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:12:04 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah, Sumber (NET).

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini, 12 Mei 2026, diprediksi akan terus tertahan di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Tekanan hebat terhadap mata uang Garuda ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik global yang mendorong investor mengalihkan dana mereka ke aset aman (safe haven).

Berdasarkan data pasar terbaru, fluktuasi kurs rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen negatif dalam hubungan diplomasi internasional. Analis pasar uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang domestik akan bergerak dinamis dengan kecenderungan melemah yang cukup dalam.

Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik, yang pada akhirnya memperkokoh posisi dolar AS terhadap mata uang negara-negara berkembang. Dalam analisisnya, rentang gerak rupiah pada Selasa ini diprediksi akan bermain di kisaran Rp17.380 hingga Rp17.430.

Sentimen utama yang mendominasi pasar adalah ketegangan global, di mana status pasar memperlihatkan posisi rupiah yang rentan terkoreksi. Penurunan nilai tukar hingga mencapai level Rp17.430 mencerminkan tingginya tingkat ketidakpastian di kancah internasional saat ini.

Para pemodal cenderung menghindari risiko dan memilih mengamankan modal pada mata uang yang lebih stabil di tengah tajamnya konflik diplomatik antarnegara. Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan moneter dunia yang masih fluktuatif.

Ibrahim Assuaibi dalam laporan risetnya menegaskan bahwa "Mata Uang Rupiah kemungkinan besar akan ditutup melemah pada kisaran Rp17.380 hingga Rp17.430 per dolar AS."

Sebagai catatan, pada Senin 11 Mei 2026, rupiah telah mengalami penurunan sebesar 32 poin dan berakhir di posisi Rp17.414 pada penutupan perdagangan.

Terkini