SIG Pamer Bata Interlock di Danantara Housing Expo 2026, Klaim Tekan Biaya Bangun Rumah hingga 30%

SIG Pamer Bata Interlock di Danantara Housing Expo 2026, Klaim Tekan Biaya Bangun Rumah hingga 30%

MEDIAKEUANGAN.ID — Pameran yang digelar untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau ini menjadi ajang bagi SIG menunjukkan solusi membangun rumah yang lebih cepat, efisien, dan aman. Kehadiran BIP menjawab kebutuhan mendasar sektor perumahan di Indonesia, terutama dalam hal ketahanan terhadap bencana seperti gempa bumi.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem perumahan. "Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perumahan yang memiliki dampak ekonomi luas bagi berbagai industri terkait," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/2).

Bata Interlock: Solusi Cepat, Hemat, dan Tahan Gempa

Bata Interlock Presisi hadir sebagai alternatif material dinding yang tidak memerlukan adukan semen (mortar) pada saat pemasangan. Sistem saling mengunci (interlocking) antar bata membuat proses pemasangan menjadi lebih sederhana dan cepat.

Keunggulan utama material ini terletak pada efisiensi waktu dan biaya. SIG mengklaim pembangunan rumah dengan BIP bisa dua kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Penghematan biaya hingga 30 persen pun disebut mampu meringankan beban finansial calon pemilik rumah, sejalan dengan program pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau.

Selain faktor kecepatan dan biaya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Desain BIP dirancang untuk menghasilkan struktur dinding yang lebih kokoh dan presisi, sehingga meningkatkan ketahanan bangunan terhadap guncangan gempa. Hal ini krusial mengingat sebagian besar wilayah Indonesia berada di zona rawan gempa.

Mendorong Pertumbuhan Sektor Perumahan Nasional

Partisipasi SIG dalam Danantara Housing Expo 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan sektor perumahan yang berdampak luas bagi industri terkait. Inovasi seperti BIP diharapkan dapat diadopsi secara lebih masif oleh para pengembang, khususnya untuk proyek rumah subsidi.

Dengan TKDN yang hampir mencapai 100 persen, penggunaan BIP juga mendukung penguatan industri dalam negeri dan pengurangan ketergantungan pada bahan impor. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk lokal dalam setiap proyek pembangunan.

Danantara Housing Expo 2026 sendiri mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengembang, penyedia pembiayaan, hingga industri pendukung. Ajang ini menjadi katalis bagi lahirnya kolaborasi baru yang dapat mempercepat realisasi kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index