BP Tapera Catat Penyaluran KPR FLPP Capai 121 Ribu Unit Hingga Juli 2026

BP Tapera Catat Penyaluran KPR FLPP Capai 121 Ribu Unit Hingga Juli 2026
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma

JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan telah mencapai 121.363 unit per 31 Juli 2026.

Dari sumbernya menyatakan, selain realisasi, ada 40.647 unit yang berada dalam proses hingga akad kredit.

Dengan demikian, total realisasi dan permintaan KPR FLPP telah mencapai 162.010 unit.

"Dapat kami laporkan per 31 Juli 2026, ini data yang kami peroleh pada pukul 14.00 WIB, realisasi KPR subsidi sudah mencapai 121.363 unit," ungkap dari sumbernya di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Jakarta Pusat, Jumat.

Selain itu, sudah ada sejumlah aplikasi yang masuk dalam proses, dan sampai dengan akad mencapai 40.647 unit.

"Jadi kalau kami total antara realisasi dan demand, angkanya sudah mencapai 162.010 unit," sambungnya.

Dari sisi pasokan, kata dari sumbernya, BP Tapera mencatat terdapat 21.077 unit rumah subsidi readystock atau siap dibeli masyarakat.

Berdasarkan bank penyalur, Bank BTN menjadi penyalur KPR FLPP terbesar dengan realisasi 56.964 unit.

Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional sebanyak 29.233 unit, disusul BRI 14.059 unit.

Setelah itu, BNI 8.281 unit, Bank Mandiri 3.364 unit, dan Bank Syariah Indonesia 2.116 unit.

Sementara untuk kelompok Bank Pembangunan Daerah, Bank BJB menjadi penyalur terbesar dengan realisasi 1.659 unit KPR FLPP.

Sebelumnya, BP Tapera membukukan realisasi penyaluran KPR FLPP mencapai 111.537 unit senilai Rp 13,87 triliun per 23 Juli 2026 atau setara 31,87% dari target penyaluran FLPP tahun ini sebanyak 350.000 unit.

Dari sumbernya mengatakan, mayoritas penerima KPR FLPP berasal dari kalangan pekerja swasta dan buruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index