JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini akan mengalami kekurangan dari target sebesar Rp46,9 triliun.
Purbaya menjabarkan bahwa realisasi penerimaan pajak tahun ini diperkirakan hanya menyentuh Rp2.310,8 triliun atau setara dengan 98 persen dari target awal Rp2.357,7 triliun.
Sebagai langkah menekan angka shortfall tersebut, Purbaya berkomitmen untuk mempertahankan tren pertumbuhan penerimaan pajak di level 23 persen.
"Mudah-mudahan kami bisa tahan di 23 persen penerimaan pajaknya, sehingga income kami akan lebih baik," ujarnya.
Strategi penyelematan yang disiapkan oleh Purbaya mencakup peningkatan efisiensi pegawai pajak, penyempurnaan sistem Coretax, serta perbaikan alur prosedur kerja.
Pihaknya akan memantau ketat kinerja seluruh kantor pelayanan pajak guna memastikan kualitas pelayanan publik bagi wajib pajak tetap prima.
Menteri Keuangan juga menegaskan fokusnya dalam memperbaiki tata kelola Coretax agar pelayanan perpajakan dapat berjalan jauh lebih optimal.
"Kami akan monitor Coretax, kami juga akan monitor kinerja pegawai setiap kantor pajak. Nanti kalau ada yang terlihat geraknya terlalu lambat atau pengaduan masyarakat yang tidak cepat ditangani, kami akan cepat bertindak," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Purbaya bahkan menggarisbawahi bahwa dirinya memiliki otoritas penuh untuk menonaktifkan sementara staf yang terbukti berkinerja buruk.
"Sekarang saya boleh merumahkan orang (pegawai pajak). Saya akan merumahkan mereka kalau kerjanya enggak bagus," ujarnya.
Menurut penilaian Purbaya, pembenahan sistemis akan menyasar seluruh proses birokrasi yang dinilai lamban dan menghambat pelayanan terhadap masyarakat.
"Tetap, kalau ada yang tidak efisien atau lelet, kami beresin," tegasnya.
Di lain sisi, Purbaya menginformasikan bahwa kinerja sistem Coretax kini mulai berangsur pulih pasca sempat melambat akibat modifikasi pada tampilan antarmuka.
"Coretax kami perbaiki lagi, sekarang sudah mulai bagus lagi, kemarin sempat lelet lagi karena ganti interface. Tapi rata-rata sih sekarang sudah lebih baik," kata Purbaya.