JAKARTA - Investor di Bursa Efek Indonesia masih memiliki peluang untuk mendapatkan pembagian laba perusahaan pada Senin, 15 Juni 2026. Sebanyak 12 emiten tercatat memasuki periode cum dividen hari ini dengan estimasi imbal hasil yang bisa mencapai angka 9 persen.
Periode cum dividen merupakan batas waktu terakhir bagi investor untuk mencatatkan hak menerima dividen. Pihak yang berminat mendapatkan hak tersebut masih dapat melakukan pembelian saham sampai penutupan perdagangan hari ini.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, 12 perusahaan ini memiliki jadwal ex dividen pada 17 Juni 2026 dan tanggal pencatatan pada 18 Juni 2026.
Berdasarkan harga penutupan per 12 Juni 2026, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) memberikan estimasi imbal hasil dividen paling tinggi, yakni di kisaran 9,25 persen.
Berikut adalah estimasi imbal hasil dividen untuk setiap emiten:
AMIN: 3,85 persen
BALI: 2,48 persen
BBCA: 0,34 persen
BPII: 0,63 persen
GHON: 9,25 persen
IDEA: 0,78 persen
IFII: 2,70 persen
KIJA: 1,75 persen
SBMA: 0,95 persen
SMSM: 2,44 persen
TOSK: 0,80 persen
TSPC: 2,05 persen
Secara nominal, GHON membagikan dividen paling besar yakni Rp 178 per saham. Sementara itu, Bank Central Asia Tbk dari kategori kapitalisasi besar membagikan dividen interim Rp 20 per saham. Ini menjadi realisasi perdana BBCA dalam memberikan dividen interim setiap tiga bulan sekali mulai tahun 2026.
Berikut adalah rincian jadwal pembayaran dividen bagi para emiten tersebut:
AMIN: Rp 10 per saham, bayar 8 Juli 2026
BALI: Rp 30 per saham, bayar 2 Juli 2026
BBCA: Rp 20 per saham, bayar 26 Juni 2026
BPII: Rp 2,78 per saham, bayar 9 Juli 2026
GHON: Rp 178 per saham, bayar 24 Juni 2026
IDEA: Rp 0,50 per saham, bayar 9 Juli 2026
IFII: Rp 6 per saham, bayar 6 Juli 2026
KIJA: Rp 2,0349 per saham, bayar 9 Juli 2026
SBMA: Rp 1 per saham, bayar 8 Juli 2026
SMSM: Rp 40 per saham, bayar 2 Juli 2026
TOSK: Rp 0,45 per saham, bayar 7 Juli 2026
TSPC: Rp 50 per saham, bayar 9 Juli 2026
Berdasarkan harga penutupan 12 Juni 2026, lima saham dengan estimasi imbal hasil terbesar adalah GHON (9,25 persen), AMIN (3,85 persen), IFII (2,70 persen), BALI (2,48 persen), dan SMSM (2,44 persen).
Investor perlu memperhatikan bahwa perhitungan imbal hasil dividen tersebut berasal dari perbandingan nilai dividen yang diumumkan dengan harga saham penutupan 12 Juni 2026.
Keuntungan investasi yang direalisasikan tetap akan dipengaruhi oleh fluktuasi harga saham setelah periode ex dividen berlangsung.