Calon Deputi Senior BI Aida S. Budiman Targetkan Bank Sentral Terbaik di Negara Berkembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:47:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Jakarta — Aida S. Budiman, calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, memaparkan peta jalan kepemimpinannya di hadapan anggota Komisi XI DPR RI. Dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) itu, ia menegaskan ambisi besar: menjadikan BI bank sentral terbaik di kelas emerging markets.

“Visinya masih tetap yaitu menjadi bank sentral terbaik di emerging economies dan berkontribusi positif ke perekonomian nasional dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Rabu (26/8/2026).

Strategi Tiga Pilar: Adaptif, Sinergi, dan Kredibilitas

Untuk merealisasikan target tersebut, Aida menyiapkan tiga pendekatan utama. Yang pertama adalah pendekatan adaptif, yakni responsif terhadap perubahan lanskap ekonomi dan infrastruktur nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara instrumen moneter dan fiskal, termasuk koordinasi bersama badan pengelola investasi nasional, Danantara.

Kedua, kebijakan yang diambil BI harus selaras dengan teori dan praktik terbaik internasional (best practices). Menurut Aida, hal ini menjadi prasyarat menjaga kredibilitas bank sentral di mata investor global.

Ketiga, efektivitas kebijakan tetap menjadi prioritas utama. Artinya, setiap langkah yang diambil harus relevan dengan kebutuhan domestik Indonesia, bukan sekadar meniru kebijakan negara lain.

Mengapa Kredibilitas Menjadi Kunci

Dalam paparannya, Aida menegaskan bahwa posisi BI sebagai bank sentral tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan publik dan pasar. Kebijakan yang tidak kredibel berisiko memicu gejolak nilai tukar dan arus modal keluar.

Oleh karena itu, setiap keputusan — mulai dari suku bunga acuan hingga intervensi pasar valas — harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan praktis. Namun, Aida mengingatkan bahwa teori semata tidak cukup jika tidak menjawab persoalan riil di lapangan.

Apa Artinya bagi Perekonomian Nasional

Jika visi ini terwujud, dampaknya akan terasa langsung pada stabilitas makroekonomi. Bank sentral yang kredibel cenderung lebih efektif dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah.

Bagi dunia usaha, hal ini berarti kepastian biaya produksi dan suku bunga kredit yang lebih terprediksi. Bagi investor, stabilitas kebijakan moneter menjadi sinyal positif untuk menanamkan modal jangka panjang di Indonesia.

Proses fit and proper test ini merupakan tahapan akhir sebelum Aida resmi ditetapkan menggantikan posisi yang ditinggalkan. Keputusan akhir berada di tangan Komisi XI DPR RI yang selanjutnya akan disahkan dalam rapat paripurna.

Jika lolos, Aida akan memegang mandat besar di tengah tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, mulai dari normalisasi kebijakan bank sentral AS hingga perlambatan ekonomi China.

Terkini