Danantara Garap 19 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun, Target Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:28:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pekan lalu mengungkapkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun. Angka ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global, sekaligus menjadi modal bagi Danantara untuk mengakselerasi restrukturisasi dan konsolidasi BUMN.

Peran strategis itu mulai terlihat dari 19 proyek hilirisasi yang telah melakukan groundbreaking dengan total nilai investasi sekitar Rp225 triliun. Proyek-proyek tersebut tersebar di sektor mineral, energi, hingga agrikultur.

Investasi Besar Harus Mengalir ke Industri Kecil

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) Doni Satria menilai posisi Danantara strategis untuk memperkuat aktivitas ekonomi nasional. Namun, ia mengingatkan investasi harus diarahkan pada proyek yang memiliki kelayakan usaha, tata kelola baik, serta keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan.

"Danantara bisa mendorong aktivitas ekonomi yang lebih baik di Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, sejauh investasinya tepat sasaran dan dikelola secara hati-hati," kata Doni.

Menurut Doni, hilirisasi sumber daya alam menjadi pilihan tepat karena memiliki skala dan prospek pengembalian besar. Tapi ia menekankan pentingnya penguatan industri pendukung agar manfaat investasi menjangkau lebih banyak pelaku usaha dalam negeri.

"Kalau ada investasi besar, strateginya adalah investasi besar yang juga mendorong industri kecil," ujarnya.

Kadin Dorong Keterlibatan Perusahaan Nasional

Dari perspektif dunia usaha, Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Pengembangan Energi Terbarukan Kadin Feiral Rizky Batubara menilai Danantara bisa berperan sebagai anchor investor untuk membuka peluang kolaborasi jangka panjang. Menurutnya, besarnya nilai investasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Investasi perlu menciptakan ruang bagi perusahaan nasional untuk terlibat melalui joint venture, co-investment, penyediaan barang dan jasa, serta rantai pasok domestik. Kadin menilai keberhasilan investasi Danantara idealnya diukur dari financial return sekaligus kemampuan memperkuat kapasitas, skala usaha, dan daya saing perusahaan Indonesia.

"Dengan pendekatan tersebut, Danantara dapat menjadi penghubung antara modal besar dan kapasitas industri nasional. Jadi, investasi tidak hanya menghasilkan aset dan keuntungan, tetapi juga ikut menciptakan ekosistem ekonomi baru serta memperkuat fondasi industri Indonesia dalam jangka panjang," kata Feiral.

Proyek PSEL Denpasar dan Target 33 PLTSa

Danantara juga mengembangkan sektor energi bersih melalui proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Denpasar, Bali. Proyek senilai Rp3 triliun ini ditargetkan mengolah 1.500 ton sampah per hari dan beroperasi pada semester I 2028.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari target nasional pembangunan 33 PLTSa hingga 2029. Sektor hilirisasi sendiri tumbuh 6,9 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,06 persen pada kuartal II 2026.

Realisasi investasi semester I 2026 menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung, meningkat 15 persen. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa ukuran keberhasilan investasi harus dilihat dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Seperti yang Pak Presiden sampaikan bahwa angka-angka pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir, tapi bagaimana kita bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita," ujar Rosan.

Dengan total investasi yang terus tumbuh dan proyek hilirisasi yang berjalan, tantangan ke depan adalah memastikan efek berganda bagi pemasok lokal, UMKM, dan industri pendukung. Keterlibatan industri nasional perlu diperhitungkan sejak awal melalui pemetaan rantai pasok agar investasi besar tidak hanya menghasilkan aset, tetapi juga fondasi industri yang kokoh.

Terkini