SBY Minta Pemerintah Jaga Fiskal demi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:54:21 WIB
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (FOTO: NET)

JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau jajaran kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar merawat kesehatan fiskal Indonesia.

Amanat itu diutarakan SBY guna merespons patokan Prabowo mengenai pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2027.

"Saya hanya ingin berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kami, kemudian implementasinya yang bagus, jangan ada penyimpangan di sana-sini, setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan karena begitulah manajemen pemerintahan," ujar SBY dalam video yang diunggah dalam akun @SBYudhoyono, Senin (17/8/2026).

Ia berpandangan bahwasanya peningkatan ekonomi di angka 6 persen merupakan capaian yang memungkinkan untuk diwujudkan, kendati tampak cukup ambisius.

"Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen, memang alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per capita meningkat secara tajam," ujar SBY.

Jika proyeksi pertumbuhan itu berhasil digapai, ia menganggap bahwa perkara tersebut bakal membawa keuntungan bagi rakyat Indonesia.

Ia membeberkan, rencana pembangunan yang hendak dijalankan pihak eksekutif makin membaik serta menyalurkan asa baru bagi seluruh warga.

Cita-cita yang diusung kepemimpinan Prabowo, pandang SBY, juga sejalan atas keinginan khalayak, meliputi peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pendidikan; pengurangan tingkat kemiskinan maupun pengangguran; hingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

"Apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia," ujar SBY.

Sebagaimana dipahami, Prabowo menetapkan sasaran ekonomi Indonesia berkembang 6 persen pada 2027, berada di atas patokan pertumbuhan ekonomi pada APBN 2026 yang berjumlah 5,4 persen.

Prabowo mengumumkan angka tersebut sewaktu Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di depan DPR RI, Jumat (14/8/2026).

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen," kata Prabowo.

Sasaran ini dicanangkan ketika pihak pemerintah pada saat bersamaan merencanakan nilai defisit anggaran yang lebih minim.

Untuk menyokong berbagai program kerja pemerintah pada 2027, belanja negara dialokasikan menyentuh Rp 4.097,2 triliun.

Besaran ini mengalami kenaikan dibandingkan porsi pada APBN 2026 yakni Rp 3.842,7 triliun.

Sementara, estimasi pendapatan negara diperkirakan menembus Rp 3.426 triliun, terangkat dari angka Rp 3.153,6 triliun pada APBN 2026.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7.

Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi.

Kirim bantuan Anda melalui tautan dari sumbernya

Tags

Terkini