JAKARTA - PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) membukukan penurunan signifikan pada pos kewajiban finansial sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Penyusutan beban kewajiban tersebut terealisasi pascapenyelesaian seluruh fasilitas pinjaman dari Bank Central Asia (BCA) dengan memanfaatkan mayoritas dana hasil pelepasan aset perusahaan.
Kumulatif pinjaman yang diselesaikan mencapai Rp74,19 miliar, mencakup kewajiban entitas induk sejumlah Rp69,95 miliar serta kewajiban anak perusahaan PT Polymer Putra Sejahtera senilai Rp4,24 miliar.
Pembenahan susunan modal tersebut berlangsung setelah pasangan publik figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina secara resmi memegang posisi sebagai pemegang saham pengendali di dalam perseroan.
Langkah pelepasan aset ini menjadi salah satu tindakan strategis awal setelah PT Harmoni Semesta Investama, entitas bisnis milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menguasai 61,85% porsi saham VISI melalui transaksi akuisisi senilai Rp178,74 miliar pada Juni 2026.
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar serta penyediaan bahan baku cetak digital tersebut menjual delapan unit aset berupa tanah berikut bangunan pada 30 Juni 2026 dengan nilai Rp75 miliar, sementara nilai buku aset per tanggal tersebut tercatat Rp74,487 miliar.
Atas transaksi tersebut, perseroan berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp512,232 juta.
"Dana yang diperoleh dari penjualan asset tanah dan bangunan ini sebagian besar digunakan untuk melunasi utang pinjaman bank sehingga ke depannya Perseroan tidak lagi dikenakan biaya bunga pinjaman yang cukup tinggi, sehingga Perseroan akan semakin efisien dan meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan roda bisnis di masa depan," ujar dari sumbernya.
Merujuk pada laporan keuangan semester I 2026, VISI mencatat depresiasi aset lancar sebesar 7,7% menjadi Rp152,894 miliar dan aset tidak lancar tergerus 64,7% menjadi Rp44,415 miliar.
Akumulasi kekayaan perusahaan secara menyeluruh mengalami penurunan 32,3% menjadi Rp197,310 miliar.
Perseroan turut menyampaikan koreksi pada total liabilitas sebesar 82,2% menjadi Rp19,514 miliar bila dibandingkan dengan posisi kewajiban pada akhir 2025 yang mencapai Rp109,608 miliar.
Sementara itu, sepanjang rentang Januari hingga Juni 2026, pendapatan bersih VISI terhitung terkoreksi menjadi Rp139,026 miliar dari periode serupa di tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,288 miliar.
Di sisi lain, VISI sebenarnya membukukan kenaikan pada perolehan laba kotor menjadi Rp21,756 miliar di semester I 2026 dari angka Rp16,946 miliar pada semester I 2025.
Membengkaknya beban operasional menyebabkan perseroan menanggung rugi berjalan sebesar Rp4,168 miliar, berbalik arah dari posisi laba Rp326,097 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Beban non-operasional berupa kerugian selisih mata uang asing yang melonjak hingga Rp5,988 miliar pada semester I 2026 dibanding rugi kurs Rp1,170 miliar pada semester I 2025 menjadi pendorong utama tertekanan performa keuangan perseroan.