JAKARTA – Harga emas melemah setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan, yang mendorong kenaikan harga energi sekaligus memicu kembali spekulasi bahwa suku bunga akan kembali dinaikkan untuk meredam inflasi.
Harga emas batangan sempat turun hingga 1.2 persen ke bawah US$4.070 per ons pada Senin 13 Juli 2026, setelah merosot 1.4 persen sepanjang pekan lalu.
Ketidakpastian juga menyelimuti status jalur pelayaran energi di Selat Hormuz. Amerika Serikat membantah pernyataan pihak luar yang sebelumnya menyebut jalur tersebut ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak keamanan menyatakan pasukannya melancarkan serangan guna memastikan kebebasan navigasi.
Bagi pelaku pasar emas, meningkatnya konflik di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran bahwa bank sentral harus mempertahankan suku bunga tetap tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi yang masih membandel.
Risalah rapat pada Juni yang dirilis pekan lalu menunjukkan beberapa pejabat sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga, meski pada akhirnya sepakat mempertahankan suku bunga tetap.
Secara umum, risalah tersebut juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap inflasi, di saat kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja mulai sedikit mereda.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Eskalasi terbaru terjadi menjelang kesaksian perdana pimpinan bank sentral di hadapan Kongres pada Selasa 14 Juli 2026.
Sidang Komite Jasa Keuangan tersebut akan didahului dengan rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat untuk Juni oleh lembaga statistik setempat.
Harga emas telah turun lebih dari seperlima sejak perang pecah pada akhir Februari.
Aksi ambil untung mengakhiri reli emas yang telah berlangsung selama tiga tahun dan sempat mendorong harga logam mulia itu turun di bawah US$4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November.
Data mingguan yang dirilis Jumat menunjukkan pengelola dana memangkas posisi beli bersih emas menjadi 114.854 kontrak pada pekan yang berakhir 7 Juli.
Pada pukul 07.05 waktu setempat, harga emas spot turun 1.2 persen menjadi US$4.070,98 per ons.
Harga perak merosot 2.1 persen menjadi US$58,64 per ons, sementara platinum dan paladium juga melemah.
Indeks kekuatan mata uang global, yang mengukur pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0.2 persen.