IHSG Hari Ini Berpotensi Koreksi, Intip Rekomendasi Saham Pilihan

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:58:41 WIB
Ilustrasi IHSG, Sumber: cnbcindonesia.

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki risiko mengalami koreksi pada sesi perdagangan Selasa (30/6/2026). Hal ini terjadi setelah indeks mencatatkan penurunan sebesar 1,28 persen dan menetap di posisi 5.821 pada penutupan perdagangan awal pekan. Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh faktor pergerakan nilai tukar rupiah serta arus modal dari investor asing.

Di samping itu, situasi geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian para pelaku pasar karena dapat memicu perubahan sentimen.

Investor saat ini juga tengah mengantisipasi pengumuman data inflasi domestik yang dijadwalkan rilis pada Rabu (1/7/2026), di mana data tersebut diprediksi menjadi penggerak utama pasar dalam jangka pendek. Area support indeks untuk perdagangan hari ini diproyeksikan berada pada level 5.800 dengan area resistance di angka 5.837.

“Untuk Selasa kami perkirakan IHSG masih rawan lanjut terkoreksi dengan support di 5.800 dan resistance 5.837. Dimana besok diperkirakan akan dipengaruhi oleh pergerakan arus dana asing dan juga nilai tukar rupiah, di sisi lain investor juga masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, serta menanti rilis data inflasi Indonesia di hari Rabu,” ujar isi kutipan tersebut. Bagi para penanam modal ritel, terdapat beberapa saham pilihan yang dapat diperhatikan untuk perdagangan hari ini, antara lain:

Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Target harga: Rp 1.735-Rp 2.200

Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) Rentang harga: Rp 2.290-Rp 2.690

Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Target kisaran: Rp 610-Rp 685

Pilihan saham lain yang dapat dicermati adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Pergerakan saham ini dinilai telah mengalami penolakan di area support dan berhasil menembus garis tren resistance dengan sokongan peningkatan volume transaksi beli.

Tren tersebut memberikan peluang bagi emiten untuk melanjutkan tren penguatan menuju target level Rp 525-Rp 560. Pada penutupan transaksi kemarin, emiten berkode MTEL ini menguat 3,32 persen ke posisi Rp 498 per lembar saham.

Rekomendasi yang disarankan adalah beli dengan area support pada Rp 468 dan batas resistance di Rp 520. Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terpantau sedang bergerak dalam fase konsolidasi pada rentang Rp 760-Rp 890.

Indikator MACD terpantau masih memperlihatkan pergerakan tren yang positif, walaupun indikator RSI bergerak dengan kecenderungan mendatar. Para pemodal dapat mengambil strategi buy on break jika harga saham mampu melewati posisi Rp 900 dengan target kenaikan mencapai Rp 1.170, serta menerapkan pembatasan risiko cut loss pada area support Rp 750.

DSSA sendiri ditutup naik 1,23 persen ke level Rp 825 per saham pada transaksi sebelumnya. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga melengkapi jajaran saham pilihan hari ini setelah membentuk pola grafik black body candle. Meski indikator RSI dan Stochastic sama-sama memperlihatkan tanda pelemahan, penurunan pada volume transaksi mengindikasikan adanya ruang untuk akumulasi.

Investor disarankan untuk mengambil langkah buy on weakness dengan catatan harga mampu bertahan di area Rp 6.425-Rp 6.500. Pada transaksi hari Senin (29/6/2026), INDF ditutup melemah 1,86 persen menuju Rp 6.600 per saham, dengan batas support di Rp 6.450 serta resistance di Rp 7.200.

Terkini