Wamenkeu Pastikan Kondisi Fiskal Indonesia Tetap Terjaga dengan Baik

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:55:39 WIB
Ilustrasi Fiskal, Sumber: theindonesianinstitute.

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan memastikan kondisi finansial negara sampai saat ini masih dalam keadaan aman. "Tadi dibahas bahwa kondisi fiskal itu masih sangat terjaga dengan baik," kata Juda Agung saat ditemui setelah rapat. Situasi tersebut terlihat dari berbagai indikator capaian anggaran negara hingga bulan kelima tahun ini.

"Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7 persen dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun juga masih di bawah 3 persen, jadi masih sangat terjaga. Pajak juga tumbuh dengan baik, 19,1 persen dan juga dari sisi belanja juga masih di atas 30 persen," jelasnya.

Berdasarkan data keuangan pertengahan tahun, kas negara mengalami defisit senilai Rp180,4 triliun atau berkisar 0,70% dari produk domestik bruto hingga Mei 2026. Secara umum, pemasukan kas negara sudah terkumpul sebanyak Rp1.185 triliun atau setara dengan 37,6% dari target keseluruhan sebesar Rp3.153,6 triliun. Capaian pendapatan ini mengalami peningkatan sebesar 19,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sektor perpajakan memberikan kontribusi besar dengan perolehan mencapai Rp958,2 triliun yang didorong oleh penerimaan pajak murni sebesar Rp834,4 triliun atau naik 22,1%. Sementara itu, pemasukan dari sektor bea dan cukai mengalami kenaikan tipis sebesar 0,7% dengan nilai total Rp123,8 triliun. Untuk sektor pendapatan negara bukan pajak mampu menyumbang sebesar Rp226,4 triliun atau tumbuh sekitar 19,9%.

Melihat dari pos pengeluaran, penyerapan anggaran hingga Mei 2026 sudah menyentuh angka Rp1.365,4 triliun atau sebesar 35,5% dari pagu anggaran tahunan Rp3.842,7 triliun, yang berarti melonjak hingga 34,4%. Kenaikan paling tinggi ada pada pengeluaran pemerintah pusat yang melonjak 52,6% dengan nilai total Rp1.059,3 triliun.

Realisasi pengeluaran untuk kementerian serta lembaga negara mencapai Rp517,7 triliun atau naik tajam sebesar 58,9%. Di sisi lain, pengeluaran non-kementerian serta lembaga negara terealisasi sebesar Rp541,6 triliun atau meningkat 47%.

Namun, untuk pengiriman dana transfer ke wilayah daerah terpantau masih mengalami penurunan sebesar 4,9% dengan jumlah realisasi senilai Rp306,1 triliun. Melalui catatan performa tersebut, posisi keseimbangan primer mencatatkan kelebihan sebesar Rp58,6 triliun yang menunjukkan bahwa keuangan negara masih sangat mumpuni dalam mengatur pemasukan, pengeluaran, sekaligus pembiayaan utang.

Terkini