IHSG Bergerak Fluktuatif dan Melemah 0,34 Persen pada Senin Pagi

Senin, 29 Juni 2026 | 13:41:46 WIB
Ilustrasi IHSG, Sumber: kabarbursa.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan naik menuju posisi 5.932,029 ketika sesi perdagangan resmi dimulai pada Senin (29/6/2026). Walau begitu, laju indeks segera mengalami koreksi surut sebanyak 20,2 poin atau setara 0,34 persen beberapa saat setelah pasar beroperasi.

Dinamika yang beragam mewarnai aktivitas pasar modal pada permulaan sesi pertama hari ini, dengan rincian pergerakan sebagai berikut:

216 saham bergerak menguat

309 saham bergerak melemah

190 saham bergerak stagnan

Perputaran indeks bergerak pada kisaran level 5.872,991 hingga 5.942,772, sementara jumlah nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp10.285 triliun. Kegiatan transaksi juga mencatat volume perdagangan hingga 2,5 miliar lembar saham yang menghasilkan nilai perputaran dana Rp1,4 triliun dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 213.587 kali.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, yakni Jumat (26/6/2026), indeks dalam negeri berakhir jatuh mengikuti tren pelemahan yang menimpa bursa saham regional Asia. Indeks domestik tersebut anjlok sebesar 102,91 poin atau berkurang 1,72 persen menuju level 5.896,13, diikuti kelompok saham unggulan LQ45 yang ikut menyusut 4,03 poin atau terpangkas 0,69 persen ke posisi 583,72.

Kemerosotan ini disebabkan oleh dampak dari koreksi yang melanda indeks pasar dunia. Kondisi yang kurang berpihak ini dipicu oleh penurunan di lantai bursa Asia serta Eropa akibat aksi pelepasan saham secara besar-besaran pada sektor teknologi, menyusul kecemasan investor terhadap kenaikan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Tekanan di bidang teknologi tersebut kemudian berdampak pada penurunan harga komoditas logam, yang pada akhirnya ikut menarik turun saham-saham pada sektor terkait.

Menjelang hari-hari mendatang, para investor di pasar modal sedang bersiap memantau publikasi sejumlah data indikator perekonomian domestik. Rangkaian rilis data yang ditunggu tersebut mencakup angka inflasi, hasil neraca perdagangan, serta indeks manufaktur PMI.

Berdasarkan analisis terhadap indikator-indikator ekonomi tersebut, pergerakan indeks saham dalam negeri diperkirakan berpeluang untuk menguji kisaran level antara 5.700 sampai 5.800.

Terkini