JAKARTA - Kantor perwakilan bank sentral regional menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan terhadap digitalisasi pelaku usaha skala mikro, kecil, serta menengah di wilayah kabupaten setempat dalam rangka memperkokoh stabilitas serta memicu ekspansi ekonomi lokal yang berkesinambungan.
“Kami akan dukung kegiatan yang menggerakkan masyarakat, tetapi masih bisa sejalan dengan program Bank Indonesia. Misalnya digitalisasi UMKM, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya,” kata dari sumbernya saat beraudiensi dengan kepala daerah di ruang kerja utama kabupaten pada hari Selasa.
Dari sumbernya menyatakan bahwa instansi moneter tersebut siap melanjutkan sinergi bersama jajaran pemerintah daerah pada berbagai program yang selaras dengan mandat utama bank sentral dalam mengawal stabilitas keuangan.
Menurut keterangan dari sumbernya, salah satu bentuk kolaborasi konkret yang telah terjalin secara optimal adalah sokongan terhadap perhelatan festival pariwisata pegunungan.
“Kegiatan tersebut tidak hanya mengangkat sektor pariwisata, juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital,” katanya.
Di sisi lain, pimpinan daerah setempat menyampaikan sambutan positif atas komitmen pihak bank sentral untuk terus mendampingi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.
Menurut pandangan dari sumbernya, intensitas komunikasi antara pemangku kebijakan daerah dan otoritas moneter sangat esensial, khususnya dalam merumuskan langkah taktis pengendalian laju inflasi berdasarkan fluktuasi permintaan dan ketersediaan barang.
"Kami sangat terbuka untuk terus berdiskusi dan berkomunikasi dengan Bank Indonesia. Kami ingin mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk menekan inflasi, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Dengan komunikasi yang baik, kebijakan yang diambil akan semakin tepat sasaran," katanya.
Pimpinan daerah tersebut menaruh harapan besar agar kemitraan yang telah terbina dengan baik ini dapat terus ditingkatkan intensitasnya.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya terjalin antara kantor perwakilan bank sentral dan pemerintah kabupaten semata, melainkan melibatkan elemen masyarakat, para pelaku usaha, serta industri perbankan demi tercapainya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.