Menteri Keuangan Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Alami Koreksi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:20:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di GIIAS 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Petinggi kementerian keuangan mengestimasi bahwa laju perkembangan ekonomi nasional pada triwulan kedua tahun ini bakal mengalami koreksi melambat jika dibandingkan dengan target awal pemerintah.

Walaupun demikian, kelesuan tersebut dinilai tidak terlampau dalam dan perekonomian diproyeksikan bakal berbalik menguat pada paruh kedua tahun berjalan.

Dari sumbernya memaparkan bahwa berdasarkan kalkulasi sejumlah lembaga riset, laju ekonomi periode tersebut diprediksi berada di bawah kisaran persentase tertentu.

“Kalau kami lihat prediksi semua empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6 persen untuk pertumbuhan kedua. Tapi mungkin tidak jauh dari 5,4 persen juga. Jadi melambat, tapi tidak parah-parah amat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK di kantor LPS pada Senin (3/8/2026).

Menurut penjelasan dari sumbernya, penurunan tersebut dipicu oleh akumulasi puncak ketidakpastian global yang mendera sepanjang rentang waktu triwulan kedua.

Pada fase itu, harga komoditas minyak mentah melonjak tinggi, eskalasi konflik geopolitik terus berlanjut, serta terjadi fenomena pelarian modal yang menekan stabilitas pasar keuangan dalam negeri.

Di samping itu, pihak kabinet juga masih harus melakukan penyesuaian postur anggaran supaya kondisi fiskal tetap berada dalam batas aman menghadapi tekanan eksternal.

Kendati demikian, dari sumbernya menaruh optimisme tinggi bahwa kinerja perekonomian akan segera menunjukkan perbaikan pada semester berikutnya.

Pemerintah dipastikan bakal memperkuat koordinasi strategis bersama pihak bank sentral guna memastikan seluruh motor penggerak ekonomi dapat berfungsi secara optimal.

“Kami akan berkoneksi lebih ketat dengan Bank Sentral untuk memastikan semua mesin pertumbuhan bisa jalan,” katanya.

Langkah taktis berikutnya mencakup penyiapan berbagai paket stimulus baru guna merangsang aktivitas perdagangan masyarakat, termasuk peluncuran insentif khusus kendaraan bertenaga listrik dalam waktu dekat.

Selain itu, pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan likuiditas pada sistem keuangan, memperbaiki iklim kemudahan berusaha, serta mempercepat pencairan anggaran belanja negara pada paruh akhir tahun.

“Kami juga akan memastikan belanja pemerintah di semester kedua lebih tinggi dibandingkan semester pertama, utamanya dibandingkan triwulan kedua tahun ini,” ujar Purbaya.

Berbekal serangkaian kebijakan tersebut, pemerintah mematok target ambisius agar laju ekonomi pada semester kedua mampu melenting naik kembali.

“Kami prediksi di semester dua ekonominya bisa tumbuh pulih dalam kisaran 5,6 persen sampai 6 persen dengan kerja keras tentunya,” kata dia.

Tags

Terkini