JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 akan tetap dikelola secara sehat, kredibel, dan berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global yang ada.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk mempertahankan disiplin fiskal. Selain itu, pemerintah juga memastikan tersedianya ruang yang cukup demi mendukung pertumbuhan ekonomi serta program-program prioritas nasional.
Dalam kerangka fiskal tahun 2027, pemerintah menetapkan target defisit APBN berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Target ini mencerminkan upaya dalam menjaga keseimbangan belanja negara.
Selain itu, pengelolaan utang akan dilakukan secara prudent demi menjaga keberlanjutan fiskal jangka panjang.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan para investor serta menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, APBN dapat tetap berfungsi sebagai instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.