Kemenkeu Catat Defisit APBN April 2026 Turun Jadi 0,64 Persen

Rabu, 20 Mei 2026 | 13:01:30 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Keuangan negara mengalami defisit sebesar Rp 164,4 triliun atau setara dengan 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 30 April 2026.

Angka defisit tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 240,1 triliun.

Penurunan ini berhasil terjadi karena didorong oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan yang mencapai dua digit.

Kondisi defisit pada anggaran negara saat ini dinilai masih sangat aman, terukur, serta tetap berjalan sesuai dengan rancangan awal pada tahun anggaran 2026.

Pengelolaan pembiayaan dilakukan secara hati-hati, efisien, dan adaptif terhadap pergerakan pasar keuangan.

"Kemarin waktu Maret 0,93%, sekarang kalau 0,64% bulan April..kalau dikali empat setahun kira-kira 1,8% tapi kalau cara analis gak gitu. Ini belum nari-nari," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di sisi lain, keseimbangan primer mencatatkan hasil positif dengan surplus sebesar Rp 28 triliun pada akhir April 2026.

Perolehan pendapatan negara pada periode ini terkumpul Rp 918,4 triliun atau naik 13,3 persen berkat sumbangan sektor pajak yang tumbuh 16,1 persen hingga mencapai Rp 646,3 triliun.

Pertumbuhan pada sektor penerimaan pajak ini diyakini akan terus bergerak naik hingga mendekati angka 20 persen pada masa mendatang.

Sementara itu, penyerapan belanja pemerintah pusat terus digenjot dengan realisasi yang sudah menyentuh 34,4 persen dari keseluruhan pagu anggaran tahun ini.

Total belanja yang telah dikeluarkan tersebut setara dengan Rp 1.082 triliun hingga akhir April 2026.

Terkini