Sentimen Positif Perbankan: Proyeksi Laba 2026 Capai Rp205,5 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:40:15 WIB
Ilustrasi Perbankan, Sumber (NET).

PEMATANGSIANTAR - Bursa saham Indonesia membuka perdagangan pada Selasa, 12 Mei 2026 dengan situasi sentimen yang mulai membaik. Para praktisi pasar merekomendasikan saham perbankan berkapitalisasi besar dan sektor energi sebagai pilihan potensial bagi para pemodal.

Langkah ini diambil di tengah dinamika pasar dunia serta peluang terjadinya penguatan teknikal atau technical rebound pada IHSG.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan memang terpantau masih dibayangi oleh tekanan dari pasar internasional.

Beban tersebut disebabkan oleh kecenderungan menguatnya mata uang dolar AS serta kepastian arah suku bunga di Amerika Serikat.

Meski demikian, para ahli pasar menilai bahwa penurunan yang berlangsung saat ini justru membuka peluang untuk melakukan pengumpulan saham.

Para pemodal dapat mengoleksi saham-saham yang memiliki fundamental kuat di tengah situasi pasar tersebut. Sebelumnya, IHSG sempat tertahan pada posisi 6.956 setelah mengalami aksi jual oleh investor luar negeri pada akhir April kemarin.

Sektor finansial dan energi tampak mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan bagi para pemain pasar.

Menilik data transaksi, saham-saham bank raksasa mampu mencatatkan kinerja yang berada di atas rata-rata pergerakan indeks.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi motor penggerak di kelas bank besar usai melonjak lebih dari 9 persen ke level Rp3.260.

Pada waktu yang bersamaan, BBCA meningkat sekitar 5,56 persen dan BMRI ikut terkerek naik sebesar 5,47 persen.

Kecenderungan positif ini didorong oleh beberapa poin utama, mulai dari harga saham yang sudah tergolong murah hingga estimasi ekspansi kredit.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba industri perbankan tanah air memiliki peluang untuk menyentuh angka Rp205,5 triliun di tahun 2026.

BBRI dinilai masih mempunyai ruang untuk meneruskan tren kenaikan setelah mencatatkan pertumbuhan yang tajam pada minggu lalu.

Analis merekomendasikan strategi buy on weakness dengan area support di posisi Rp3.180 dan resistance di level Rp4.050.

BBNI juga mulai dilirik pasar setelah secara teknis menghasilkan pola higher high dengan harga yang masih relatif murah. Titik support diperkirakan berada di Rp3.760 dengan target resistance mengarah ke Rp4.050.

Terkini