Kolaborasi Pertamina Menjawab Tantangan Hubungan Industrial di Tengah Krisis

Jumat, 25 Oktober 2024 | 01:00:23 WIB

Bali - Fungsi Human Capital memegang peranan krusial dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan bisnis dan pencapaian target yang ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini dilakukan dengan menciptakan lingkungan dan budaya kerja yang inklusif serta harmonis.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) menyelenggarakan acara bertajuk Employee & Industrial Relations Conference (EIRC) 2024, yang berlangsung pada tanggal 19-20 September 2024 di The Patra Resort & Villas, Bali. Pada tahun kedua pelaksanaannya, acara ini mengusung tema Empowering The Future Workforce: Innovation, Resilience & Employee Well-Being To Create A Respectful Workplace.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata, menyatakan bahwa forum EIRC 2024 sejalan dengan upaya transformasi dan perbaikan dalam BUMN, termasuk aspek tata kelola, proses bisnis, dan pengembangan SDM. Ia menekankan bahwa hubungan industrial dan hubungan karyawan adalah komponen penting dalam pengembangan SDM.

Tedi menambahkan bahwa Kementerian BUMN saat ini juga tengah melakukan transformasi melalui arsitektur human capital, yang berfokus pada bagaimana pimpinan dan manajemen dapat membangun hubungan harmonis serta sinergi dengan karyawan.

“Harapan kami adalah agar seluruh BUMN, termasuk anak perusahaan dan afiliasinya, dapat membangun hubungan harmonis dengan para karyawan. Hal ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan performa kinerja perusahaan,” ungkap Tedi.

Dalam kesempatan tersebut, Tedi juga berpesan kepada seluruh BUMN di Indonesia untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain, agar sinergi yang tercipta dapat mendorong BUMN berperan sebagai pencipta nilai dan agen pembangunan yang aktif mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan sosial bangsa.

“FHCI diharapkan dapat menjadi katalisator untuk menjembatani komunikasi yang lebih baik, sebagai sarana belajar atau sesi berbagi antar BUMN, serta membantu dalam melaksanakan program-program BUMN untuk mewujudkan sinergi demi masa depan yang berkelanjutan. Kementerian BUMN akan merangkul semua BUMN untuk terjalinnya hubungan kerjasama yang solid melalui FHCI,” pungkas Tedi.

Ketua Umum FHCI, Agus Dwi Handaya, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian BUMN, FHCI, dan Pertamina, khususnya dalam membangun hubungan harmonis antara manajemen perusahaan dengan seluruh karyawan untuk mencapai keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan peningkatan kinerja perusahaan.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang 4 Employee & Industrial Relations dan Koordinator Steering Committee FHCI, M. Erry Sugiharto, menjelaskan bahwa EIRC 2024 menjadi wadah untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan membahas berbagai masalah dalam hubungan industrial antara manajemen dan pekerja.

“Harapannya, dalam acara ini kita bisa menggali berbagai isu yang berkaitan dengan hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja, sehingga dapat diperoleh solusi terbaik dari seluruh pihak terkait untuk mewujudkan aspirasi perusahaan,” tutup M. Erry Sugiharto.

Menutup diskusi, dapat disimpulkan bahwa hubungan industrial adalah alat utama dalam menyeimbangkan kepentingan antara pengusaha dan pekerja untuk memastikan stabilitas dan harmonisasi, sehingga diharapkan mampu mendorong produktivitas dan budaya kerja yang tinggi.

Pertamina, sebagai perusahaan terdepan dalam transisi energi, berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya ini sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Terkini