Garuda Spark BSD Resmi Dibuka, Ericsson Siapkan Pusat Uji Solusi 5G dan AI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:51:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) resmi beroperasi di BSD City sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Berbeda dari sekadar pusat komunitas, tempat ini dirancang untuk menjembatani riset dan kebutuhan industri, dengan Ericsson 5G Innovation Center (5GIC) sebagai salah satu penggerak utamanya.

Peresmian ini melibatkan penandatanganan letter of intent (LoI) antara President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby dan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana, bersama sejumlah mitra ekosistem digital. Acara yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid ini juga diikuti sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, startup, hingga investor.

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, tapi Lini Produksi Inovasi

Menteri Meutya menegaskan bahwa keberadaan GSIH tidak akan diukur dari jumlah kegiatan, melainkan dari output nyata yang berdampak pada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan konektivitas sebagai modal pertumbuhan ekonomi digital.

“Keberhasilan GSIH tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari output yang dihasilkan dan dampaknya bagi masyarakat. Dari BSD dan sepuluh kota mitra, kita ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat tumbuh di berbagai daerah, sehingga konektivitas dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujar Meutya dalam siaran persnya.

Sebanyak 10 kota mitra GSIH terhubung secara hibrida dalam peluncuran ini. Pendekatan ini sengaja dipilih agar pengembangan talenta digital tidak terpusat di Pulau Jawa saja, melainkan menyebar ke berbagai daerah.

Dari Prototipe ke Pasar: Peran Ericsson 5G Innovation Center

Ericsson 5GIC hadir sebagai ruang terbuka bagi pengembang untuk menguji dan memvalidasi teknologi. Fokusnya bukan hanya pada pengembangan ide, tetapi juga memastikan solusi tersebut layak diimplementasikan di lapangan.

Nora Wahby menjelaskan bahwa fasilitas ini akan mempertemukan teknologi dengan kebutuhan nyata industri. Prosesnya mencakup pengujian ketat sebelum sebuah solusi dinyatakan siap dipasarkan.

“Melalui Ericsson 5G Innovation Center yang menjadi bagian dari GSIH, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi terbuka untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi berbasis 5G, AI, dan Industry 4.0,” kata Nora.

“Kami ingin membawa ide, termasuk yang lahir dari hackathon dan kolaborasi ekosistem, dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, pilot, hingga solusi yang siap dikembangkan dan diterapkan lebih luas,” lanjutnya.

Pendekatan Pentahelix dipakai untuk mempertemukan akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media dalam satu ekosistem riset. Dengan begitu, proses pengembangan teknologi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dari hulu ke hilir.

MINERVA, Contoh Nyata Hasil Kolaborasi

Salah satu inovasi yang dipamerkan di 5GIC adalah MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI karya Future of Tech. Platform ini merupakan pemenang Hackathon Ericsson 2025 dan dirancang untuk mengolah data operasional menjadi bahan pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Kehadiran MINERVA menjadi bukti awal bahwa GSIH berfungsi sebagai akselerator, bukan sekadar ruang pamer. Kolaborasi antara pemenang hackathon dan pusat inovasi ini diharapkan mampu memperpendek siklus riset menjadi produk komersial.

Dengan beroperasinya GSIH dan 5GIC, pemerintah dan industri mengarahkan fokus pada penguatan kapasitas industri digital nasional. Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk memastikan talenta lokal tidak hanya menjadi penonton di pasar teknologi dalam negeri.

Terkini