Laos Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN di Daftar Destinasi Wajib 2027

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:14:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Kalau kamu sedang menyusun rencana liburan jauh-jauh hari, mungkin sudah waktunya melirik Laos. Negara berjuluk 'Negeri Seribu Gajah' ini baru saja mendapatkan pengakuan bergengsi di kancah pariwisata global.

Perusahaan perjalanan terkurasi asal Amerika Serikat, Geographic Expeditions (GeoEx), merilis laporan bertajuk "Where to Travel in 2027". Dalam daftar tersebut, Laos menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara yang masuk tujuh destinasi wajib kunjung. Posisinya bersanding dengan kawasan Balkan, Mesir, Namibia, Peru, Uzbekistan, dan Jepang bagian barat.

Bukan Sekadar Liburan, Tapi Soal Pengalaman Bermakna

GeoEx tidak asal memilih destinasi. Mereka menyusun rekomendasi berdasarkan empat kriteria utama: keaslian tradisi, aksesibilitas, relevansi dengan tren perjalanan saat ini, dan daya tarik jangka panjang.

CEO GeoEx, Brady Binstadt, menjelaskan bahwa daftar ini dirancang untuk wisatawan yang mencari interaksi budaya mendalam. "Selama lebih dari 44 tahun merancang perjalanan ke berbagai penjuru dunia, kami memahami bahwa perjalanan terbaik adalah yang menawarkan ragam pengalaman mendalam, ikatan budaya yang kuat, serta jalinan hubungan yang membekas bahkan setelah wisatawan kembali ke rumah," ujarnya mengutip VN Express.

Luang Prabang: Jantung Pariwisata Laos

Daya tarik utama Laos memang berpusat di Luang Prabang. Kota bersejarah di wilayah utara ini berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO dan membentang di area semenanjung tempat bertemunya Sungai Mekong dan Sungai Nam Khan.

Suasana kota ini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi lain. Kehidupan masyarakat lokal di sepanjang tepian sungai, gugusan pegunungan tinggi, dan ritual keagamaan sehari-hari menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat.

Mengangkat Tren Mindful Travel

Pengalaman berwisata di Laos semakin menarik dengan dibukanya kembali resor mewah La Résidence Phou Vao di Luang Prabang. Kehadiran akomodasi ini menandai meningkatnya minat global terhadap konsep mindful travel—gaya perjalanan yang mengutamakan ketenangan, refleksi diri, dan pengalaman lebih bermakna dibanding sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Bagi wisatawan urban yang lelah dengan hiruk-pikuk kota, Laos menawarkan ritme hidup yang lebih lambat. Ini bisa menjadi pilihan tepat untuk liburan yang tidak hanya menyegarkan mata, tapi juga pikiran.

Dengan pengakuan dari GeoEx ini, tampaknya Laos akan semakin ramai dikunjungi dalam beberapa tahun ke depan. Kalau kamu ingin merasakan suasananya sebelum terlalu ramai, mungkin ini saatnya mulai merencanakan perjalanan.

Terkini