JAKARTA - Perusahaan pengelola jasa asuransi menyerahkan perlindungan kecelakaan diri tanpa pungutan biaya kepada seribu lebih petugas pemadam kebakaran yang bertugas di kawasan selatan ibu kota.
Program sosial korporasi ini dirancang sebagai sarana edukasi literasi dan perluasan inklusi finansial bagi kelompok profesi yang menghadapi tantangan kerja berisiko tinggi.
Dari sumbernya memaparkan bahwa para petugas pemadam kebakaran senantiasa berhadapan dengan marabahaya di lapangan, mulai dari terpaan suhu panas membara, gas beracun, reruntuhan struktur bangunan, hingga ancaman keselamatan jiwa.
Perusahaan asuransi tersebut juga mengingatkan kembali catatan insiden nahas yang dialami oleh sejumlah petugas pemadam kebakaran pada periode sebelumnya.
Contoh kasus mencakup gugurnya seorang petugas akibat sengatan aliran listrik ketika berjibaku memadamkan kobaran api di rumah warga.
Insiden lain juga merenggut nyawa anggota regu penyelamat tatkala kendaraan taktis yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju lokasi musibah.
Berdasarkan analisis dari sumbernya, berbagai risiko tersebut tidak hanya mengancam keselamatan raga, melainkan berisiko melahirkan krisis finansial mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di dalam sesi seminar literasi keuangan, juru bicara perusahaan asuransi menyoroti anggapan keliru yang kadung melekat di tengah masyarakat luas.
Menurut pemaparan dari sumbernya, produk proteksi asuransi kerap disalahartikan sebagai kebutuhan eksklusif bagi kalangan warga berdompet tebal.
Padahal, kelompok pekerja lapangan berisiko tinggi justru memerlukan bantalan keuangan demi mengamankan masa depan keluarga apabila terjadi musibah tak terduga.
"Petugas pemadam kebakaran mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi diri saat menyelamatkan masyarakat. Namun, siapa yang menjadi APD bagi keluarga ketika 'bencana finansial' seperti kecelakaan, sakit kritis, atau kehilangan pendapatan terjadi? Mengelola keuangan dengan baik dan memiliki asuransi adalah APD finansial bagi keluarga," ujar Reinna dalam siaran pers, Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, pihak manajemen turut memaparkan formula ideal pengelolaan keuangan rumah tangga agar masyarakat mampu menyisihkan dana untuk tabungan darurat dan produk proteksi.
Pola pengelolaan tersebut membuktikan bahwa jaminan asuransi dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan keuangan keluarga tanpa harus menunggu mapan secara finansial.
Melalui program kemitraan ini, pihak asuransi membekali para petugas dengan produk perlindungan kecelakaan diri yang berlaku selama kurun waktu sebulan penuh.
Skema perlindungan tersebut mencakup santunan tunai bagi korban kecelakaan fatal serta bantuan penggantian biaya pengobatan medis akibat insiden di lapangan.
Petinggi bagian keuangan perusahaan asuransi menegaskan bahwa kegiatan ini merefleksikan misi korporasi dalam memperkuat pemahaman literasi keuangan masyarakat Indonesia.
"Di Jagadiri, kami percaya bahwa setiap orang berhak memperoleh rasa aman, termasuk para petugas pemadam kebakaran yang setiap hari berada di garis depan dalam melindungi masyarakat. Melalui program ini, kami berharap para petugas semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan perlindungan asuransi sebagai bagian dari perencanaan masa depan diri dan keluarga," kata Budi.
Pihak perusahaan optimistis inisiatif tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai urgensi memiliki proteksi asuransi di tengah dinamika kehidupan yang penuh risiko.
Di sisi lain, pimpinan instansi penanggulangan bencana dan penyelamatan wilayah setempat memberikan sambutan hangat serta penghargaan atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan manfaat nyata bagi para petugas. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, program ini juga memberikan perlindungan asuransi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas pemadam kebakaran yang setiap hari menjalankan tugas kemanusiaan dengan risiko tinggi. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang turut mendukung kesejahteraan para petugas," sebut Asril.
Sebagai pelengkap rangkaian acara, pihak penyelenggara bekerja sama dengan jaringan rumah sakit terkemuka untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan umum secara cuma-cuma bagi ratusan pegawai instansi pemadam kebakaran tersebut.