Aktivasi Rekening PIP Pakai Ambulans Viral, BNI Beri Klarifikasi Ini

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00:27 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) bagi seorang siswa di BNI Lubuk Pakam telah selesai (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengonfirmasi tahapan pendaftaran serta aktivasi tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi seorang murid di BNI Lubuk Pakam sudah rampung.

Seluruh rincian syarat yang diperlukan telah dipenuhi sehingga rangkaian aktivasi rekening siswa tersebut dapat diselesaikan.

Pernyataan ini dikeluarkan merespons tayangan video viral di platform sosial media yang memperlihatkan siswa hadir di BNI Lubuk Pakam dalam kondisi terbaring sakit menggunakan mobil ambulans dan ranjang rumah sakit.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dari sumbernya menyampaikan bahwa BNI merasa prihatin atas musibah yang menimpa siswa beserta keluarganya.

Okki dari sumbernya menyebutkan pihaknya memahami kepedulian masyarakat terhadap peristiwa tersebut dan menjamin staf perbankan telah menyampaikan penjelasan serta bantuan selama tahapan pelayanan berlangsung.

"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Okki dari sumbernya menjabarkan, sejak awal staf bank telah menginformasikan kepada pihak keluarga bahwa aktivasi rekening tidak mesti diselesaikan secara terburu-buru.

Berdasarkan keterangannya, tenggat aktivasi masih dibuka hingga penghujung tahun 2026 sehingga keluarga disarankan menanti sampai kesehatan murid kembali pulih.

Okki dari sumbernya juga menyampaikan, sewaktu keluarga datang kembali pada hari yang sama, petugas turut menginfokan bahwa siswa tidak wajib masuk ke dalam gedung cabang dan diperbolehkan tetap tinggal di dalam ambulans apabila fisiknya belum memungkinkan.

"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," ujar Okki.

Sewaktu pihak keluarga meneruskan prosedur aktivasi, petugas BNI senantiasa memberikan pengawalan dan membantu perampungan seluruh persyaratan yang diperlukan.

Usai kelengkapan dipenuhi, proses aktivasi rekening pun berhasil dirampungkan.

Okki dari sumbernya menerangkan BNI juga menyediakan prosedur pelayanan khusus bagi nasabah yang mengalami kendala kesehatan atau kebutuhan spesifik.

Bila diperlukan, bentuk pelayanan dapat diatur agar petugas bisa datang menjumpai nasabah melalui kesepakatan janji sebelumnya, dengan tetap berpedoman pada aturan, faktor keamanan, dan kebutuhan verifikasi di setiap prosesnya.

"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Okki.

BNI menegaskan tekadnya untuk selalu memberikan layanan yang prima, ramah, dan sesuai acuan kepada seluruh nasabah, tak terkecuali penerima manfaat program dari pemerintah.

Sebagai bagian dari pembenahan mutu layanan, BNI akan terus meninjau standar pelayanan di seluruh jaringan unit kerja, khususnya bagi nasabah dengan gangguan kesehatan atau kebutuhan khusus.

Langkah evaluasi ini ditempuh agar seluruh bentuk layanan dapat berjalan dengan aman, nyaman, serta tetap mempertimbangkan situasi dari masing-masing nasabah.

Masyarakat pun diminta untuk memastikan seluruh informasi yang diterima maupun dibagikan telah teruji kebenarannya agar tidak melahirkan kekeliruan persepsi.

Informasi lanjutan mengenai layanan BNI dapat diakses lewat BNI Call 1500046.

Tags

Terkini