JAKARTA - Kelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada yang masuk dalam empat besar penerima penghargaan mulai merealisasikan rancangan proyek di kawasan wisata binaan Bakti BCA.
Kegiatan pemberdayaan ini menginjak fase krusial setelah seluruh tahapan seleksi, pembekalan intensif, hingga tahap final selesai dilaksanakan.
Seluruh kelompok penerima penghargaan siap menerapkan inovasi mereka di berbagai titik kawasan wisata binaan Bakti BCA.
Sebaran lokasi penugasan meliputi wilayah Belitung, Cianjur, Wonosobo, serta Tomohon.
Salah satu juri penilai menuturkan bahwa gagasan dari keempat kelompok sangat potensial untuk direalisasikan secara nyata.
"Kami harap seluruh kampus terpilih bisa memetakan persoalan dan menawarkan solusi yang relevan di lapangan. Semoga seluruh pemenang semakin memahami kebutuhan masyarakat ketika sudah berada di lapangan, sehingga dapat menentukan prioritas dan menyempurnakan program masing-masing," kata dari sumbernya.
Sebelum diterjunkan ke titik lokasi, seluruh tim dibekali pemahaman mengenai pemetaan permasalahan warga, manajemen proyek, pembentukan sinergi tim, analisis data, hingga standar keselamatan kerja.
Seorang perwakilan anggota kelompok mengungkapkan bahwa kegiatan pembekalan amat berguna untuk memantapkan mentalitas tim sebelum berbaur dengan warga.
"Bootcamp ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengingatkan bahwa sebagai generasi muda kami harus terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan tetap on track terhadap tujuan yang ingin dicapai," kata dari sumbernya.
Anggota dari kelompok lain menambahkan bahwa sesi persiapan memberi gambaran baru tentang prinsip mendasar dari kegiatan pengabdian.
"Kami harus memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat dan membangun perubahan bersama mereka, bukan datang sebagai pihak yang merasa paling tahu. Dari situlah dampak yang berkelanjutan bisa tercipta," tutur dari sumbernya.
Saat memulai tahapan eksekusi, seluruh peserta menyatakan siap beradaptasi dengan iklim kerja di area penugasan.
"Yang terpenting adalah tetap adaptif, tangguh, dan selalu mengutamakan solusi ketika menghadapi tantangan," kata dari sumbernya.
Di tempat terpisah, anggota kelompok lainnya menyebutkan bahwa kesolidan serta keterbukaan dalam berdiskusi menjadi kunci ketercapaian target.
"Ketika ada banyak ide, yang terpenting adalah kami dapat mengambil keputusan bersama demi keberhasilan program," ujar dari sumbernya.
Pihak manajemen penyelenggara menaruh harapan besar agar inisiatif ini menjadi sarana pengasahan diri bagi generasi muda.
"Terpilihnya pemenang Genera-Z Berbakti 2026 menandai dimulainya tahap yang krusial dari program ini, yaitu pengabdian di lapangan. Kami yakin para pemenang dapat menjalankan program yang sudah disusun dengan lancar bersama masyarakat. Harapannya, pengabdian ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk masa depannya, dan masyarakat agar semakin berdaya dan tangguh," ujar dari sumbernya.