Saham Hyundai Motor Anjlok Tajam Dipicu Penurunan Laba Dan Tarif

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00:21 WIB
Ilustrasi Hyundai Motor Company (FOTO: NET)

JAKARTA - Saham Hyundai Motor jatuh 8,0 persen dan diperdagangkan pada level 397.500 won, memperpanjang tren koreksi yang bermula seusai ekuitas tersebut menyentuh rekor tertingginya dalam 52 minggu terakhir, akibat gabungan data laba yang meleset jauh serta memudarnya sentimen positif sektor robotika yang menggentarkan para pelaku pasar.

Pabrikan kendaraan bermotor terbesar urutan ketiga global tersebut mengumumkan penyusutan keuntungan periode kuartal kedua mendekati 21 persen, yang tertekan oleh akumulasi hambatan bea masuk serta kelesuan tingkat pemasaran.

Korporasi otomotif tersebut mengumumkan capaian laporan keuangan kuartal kedua tahun 2026 dengan perolehan omzet kuartalan tertinggi mencapai angka 49,2 triliun won atau mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen secara tahunan, kendati demikian perolehan laba operasional justru merosot 20,8 persen menjadi 2,9 triliun won serta margin operasional ikut menyusut 1,7 poin persentase menjadi 5,8 persen dari posisi sebelumnya di angka 7,5 persen.

Pencapaian tersebut gagal memenuhi proyeksi konsensus analis pasar senilai 3,2 triliun won, sehingga pihak manajemen korporasi menyampaikan dalam sesi pemaparan kinerja keuangan kuartal kedua bahwa pencapaian sasaran kuantitas penjualan tahunan berpotensi menghadapi kendala berat.

Memperparah situasi pasar, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menetapkan kebijakan bea masuk tambahan sebesar 12,5 persen kepada Korea Selatan, yang langsung mengguncang berbagai industri berorientasi ekspor luar negeri.

Regulasi tarif tersebut bertindak sebagai sandungan utama profitabilitas perusahaan otomotif tersebut serta memberikan hantaman keras terhadap angka pemasaran produknya di kawasan Amerika Serikat.

Antusiasme pasar terhadap lini usaha robot humanoid yang mulanya sempat mendongkrak harga ekuitas pabrikan otomotif tersebut kini tampak mulai mendingin, memicu sejumlah institusi pialang saham menurunkan proyeksi harga wajar mereka, dengan nilai saham yang terkoreksi melampaui 6 persen serta memperpanjang tren penurunan sejak bulan sebelumnya.

Kondisi eksternal perekonomian turut memperparah gelombang aksi jual di sekujur bursa domestik Korea pada hari perdagangan ini.

Seluruh instrumen ekuitas di bursa utama Seoul melemah secara masif seiring langkah investor melikuidasi saham teknologi berkapitalisasi besar di tengah kekhawatiran eskalasi konflik geopolitik regional Timur Tengah, yang mendorong indeks acuan pasar merosot hingga menyentuh kisaran 6 persen.

Terkini