JAKARTA - Membuat camilan hemat kini lebih mudah dengan resep bolu gulung kukus 2 telur takaran sendok. Meskipun minim penggunaan telur, pemakaian emulsifier yang tepat dapat menjamin tekstur kue tetap mengembang sempurna, lembut, dan tidak bantat saat disajikan.
Kunci sukses agar kue tidak patah saat digulung terletak pada durasi kukus yang pas, yaitu maksimal 12 menit. Selain itu, pastikan proses penggulungan dilakukan saat bolu masih hangat kuku agar fleksibilitas serat kuenya tetap terjaga dengan baik.
Bolu gulung kukus 2 telur ini dapat dikreasikan dengan berbagai variasi isian modern seperti campuran cream cheese Oreo hingga abon gurih. Teknik memadatkan gulungan dengan bantuan penggaris juga akan memastikan hasil akhir bolu tampak bulat rapi serta sangat kokoh.
Membuat bolu gulung kukus dengan 2 telur sangat mungkin dilakukan, ekonomis, dan hasilnya tetap bisa lembut serta lentur asal tekniknya tepat.
Bahan utama yang diperlukan adalah 2 butir telur ayam suhu ruang, 4 sdm gula pasir atau sekitar 50 gram, dan 1/2 sdt SP/Ovalet/TBM sebagai emulsifier wajib agar adonan kokoh. Tambahkan juga 1/2 sdt vanila bubuk atau cair ke dalam adonan tersebut.
Untuk bahan kering yang diayak, siapkan 5 sdm tepung terigu protein sedang atau segitiga sekitar 50 gram dan 1 sdm susu bubuk yang bersifat opsional agar rasa lebih gurih.
Bahan cairnya meliputi 3 sdm minyak goreng atau margarin cair sekitar 30 ml serta 1 sdm santan instan atau susu cair. Pilihan isian dapat disesuaikan dengan selera, seperti selai stroberi, selai nanas, atau buttercream dan keju parut.
Proses pembuatan dimulai dengan memixer telur, gula pasir, SP, dan vanila berkecepatan tinggi sampai mengembang, kaku, berjejak, dan memutih selama 7-10 menit.
Setelah itu, turunkan kecepatan mixer ke paling rendah lalu masukkan tepung terigu dan susu bubuk yang sudah diayak sedikit demi sedikit. Proses mixer ini dilakukan sebentar saja asal rata agar kue tidak bantat.
Matikan mixer, kemudian masukkan minyak goreng dan santan atau susu cair. Aduk balik menggunakan spatula secara perlahan sampai benar-benar rata tanpa ada minyak yang mengendap di bawah.
Jika ingin diberi motif, ambil 1-2 sdm adonan untuk diberi pewarna makanan sesuai selera lalu masukkan ke dalam plastik segitiga.
Sebelum mengukus, panaskan kukusan sampai air mendidih dan lapisi tutup kukusan dengan kain bersih agar air tidak menetes ke kue.
Siapkan loyang yang disarankan berukuran 20x20x4 cm, olesi margarin, dan alasi menggunakan kertas roti. Tuang adonan utama ke dalam loyang, ratakan, lalu hentakkan loyang beberapa kali untuk membuang udara yang terjebak.
Bagi yang memakai motif, gambar motif di atas adonan utama menggunakan adonan berwarna yang telah dipisahkan sebelumnya. Kukus adonan selama 10-12 menit dengan api sedang agar permukaan kue tidak bergelombang.
Setelah matang, langsung keluarkan loyang dari kukusan lalu balik kue di atas kertas roti baru atau serbet bersih yang berukuran lebih besar. Kupas kertas roti yang menempel di bagian bawah kue secara perlahan.
Selagi kue masih hangat kuku, olesi permukaan kue dengan isian pilihan seperti selai atau buttercream. Jika memakai buttercream, tunggu kue agak adem sedikit agar tidak meleleh namun jangan sampai dingin total karena kue akan kaku dan mudah patah.
Gulung kue secara perlahan sambil agak dipadatkan dengan bantuan kertas roti atau serbet di bagian bawahnya. Kunci ujung kertas roti menyerupai bungkus permen dan diamkan selama 15-20 menit agar bentuk gulungannya set serta kokoh sebelum dipotong.
Bagi yang bosan dengan selai standar, variasi isian cream cheese dan Oreo dapat dibuat dengan memixer 50 gram cream cheese suhu ruang, 30 gram whipping cream cair, dan 2 sdm gula halus sampai mengembang kaku. Oleskan ke kue lalu taburi dengan 3 keping Oreo yang dihancurkan kasar sebelum digulung.
Variasi Pandan Kaya dapat dibuat dengan menambahkan 1/2 sdt pasta pandan ke dalam adonan bolu, lalu menggunakan selai srikaya secukupnya sebagai isian.
Untuk variasi abon gurih, campurkan 3 sdm mayones dan 1 sdm susu kental manis sebagai saus olesan merata, lalu taburi dengan abon sapi atau ayam secara royal.
Proses menggerakkan tangan saat menggulung sering kali menjadi momen paling mendebarkan, sehingga diperlukan panduan mekanis yang tepat agar bolu mulus.
Langkah pertama adalah membuat 3-4 garisan searah secara horizontal menggunakan pisau secara tipis di ujung kue yang akan menjadi awal gulungan sebagai engsel agar tidak patah.
Trik berikutnya adalah mengoleskan isian agak tebal di ujung awal dekat Anda sebagai pusat lingkaran, dan mengoleskan sangat tipis atau menyisakan ruang 1 cm kosong di ujung akhir agar tidak meluber.
Proses menggulung sebaiknya menggunakan kertas roti atau kertas baking sebagai tuas penggerak, bukan dengan tangan kosong. Pegang ujung kertas paling dekat, angkat ke atas, lalu dorong ke depan hingga kue menekuk mengikuti jalur sayatan dan tergulung sepenuhnya.
Teknik memadatkan dapat dilakukan menggunakan penggaris panjang atau spatula kayu datar yang diletakkan di bagian bawah gulungan di antara kertas luar dan meja. Tarik kertas bagian bawah ke arah Anda sembari mendorong penggaris ke depan untuk mengunci gulungan secara instan.
Penyebab utama bolu gulung selalu patah atau retak adalah karena kue terlalu lama dikukus atau overcooked sehingga kehilangan kelembapan dan menjadi kering.
Takaran SP dalam resep ini sangat tidak disarankan untuk dihilangkan karena berfungsi krusial menstabilkan adonan serta memastikan kue mekar lembut dengan telur yang minim.
Buttercream sebagai isian bisa meleleh jika terkena panas, sehingga Anda harus menunggu kue agak adem dan menyisakan ruang 1 cm di ujung akhir kue saat mengoles.
Ukuran loyang yang paling ideal untuk resep 2 telur ini adalah 20x20x4 cm agar kue tidak terlalu tipis atau terlalu tebal sehingga mudah digulung dengan rapi.