Aturan Minum Susu saat Perut Kosong di Pagi Hari bagi Kesehatan

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:10:36 WIB
Ilustrasi Susu, Sumber: prenagen.

JAKARTA - Segelas susu di pagi hari sering dianggap sebagai cara praktis untuk memulai hari karena kaya akan protein, kalsium, vitamin, dan mineral bagi tubuh. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas mengenai keamanan mengonsumsi minuman ini ketika kondisi lambung masih belum terisi makanan.

Ternyata kebiasaan mengonsumsi susu saat lambung masih kosong dapat memberikan dampak yang berbeda-beda bagi setiap individu. Bagi sebagian orang hal tersebut tidak memicu masalah, tetapi bagi pemilik lambung sensitif atau intoleransi laktosa dapat memicu kembung, mual, hingga naiknya asam lambung.

Susu memang dapat memberikan efek nyaman dalam sekejap lantaran mampu membantu menetralkan asam di dalam lambung. Sayangnya, dampak baik yang dirasakan tersebut biasanya hanya bertahan untuk sementara waktu saja.

Ketika masuk proses pencernaan, kandungan protein serta lemak di dalamnya justru memicu lambung memproduksi asam lebih banyak. Situasi ini dapat mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung kembali setelah efek penetralan awal mulai hilang.

Dampaknya, beberapa orang akan merasakan sensasi panas pada ulu hati, sendawa berlebih, mual, sampai perut terasa penuh. Risiko gangguan ini jauh lebih besar bagi orang yang memiliki riwayat penyakit GERD atau masalah pencernaan lainnya.

Ketika bangun tidur, lambung sudah kosong selama beberapa jam tetapi sisa produksi asamnya tetap berjalan. Saat cairan ini masuk dalam kondisi tersebut, tubuh dipaksa langsung bekerja keras mengolah protein, lemak, dan gula di dalamnya.

Pada beberapa kasus, situasi ini meningkatkan kadar asam lambung sehingga memicu rasa yang tidak nyaman. Di sisi lain, faktor suhu dari minuman ini ternyata juga ikut memengaruhi kenyamanan sistem pencernaan Anda.

Susu hangat dinilai lebih mudah diterima tubuh karena membantu sistem pencernaan beradaptasi secara perlahan. Sementara versi dingin berpotensi memperlambat kerja pencernaan, meski bukti ilmiah mengenai dampaknya terhadap asam lambung masih terbatas.

Bagi Anda yang memiliki masalah lambung sensitif, mengonsumsi dalam kondisi hangat dapat menjadi pilihan yang jauh lebih aman. Anda juga bisa menyiasatinya dengan meminumnya setelah sarapan atau mendampinginya bersama makanan ringan.

Terkini