Penyaluran KPR Subsidi FLPP 2026 Tembus 77.532 Unit per 11 Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 | 21:37:07 WIB
Ilustrasi KPR, Sumber: kumparan.

JAKARTA - Realisasi distribusi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan untuk rumah bersubsidi hingga 11 Juni 2026 tercatat sudah mencapai 77.532 unit. Angka realisasi ini menyamai 22,15 persen dari keseluruhan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah sepanjang tahun ini, yaitu sebanyak 350.000 unit.

Distribusi dana bantuan pembiayaan hunian lewat skema FLPP ini dinilai terus menunjukkan tren perkembangan yang positif. Pengawasan yang ketat terus berjalan seiringan dengan langkah memperluas penyebaran informasi program kepada masyarakat luas.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, perbankan, hingga asosiasi pengembang perumahan," kata Heru.

Pencapaian angka tersebut diperoleh lewat kerja sama yang terjalin dengan 36 institusi perbankan penyalur serta 21 asosiasi pelaku usaha properti.

Pelaksanaan program KPR Sejahtera FLPP ini tersebar di 8.859 lokasi perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 perusahaan pengembang pada 375 kabupaten atau kota di 35 provinsi di Indonesia.

Pada sektor institusi keuangan perbankan, Bank Tabungan Negara menjadi yang terdepan dengan mencatatkan volume distribusi paling besar. Detail volume penyaluran rumah bersubsidi bagi tiap perbankan adalah sebagai berikut:

Bank Tabungan Negara menyalurkan 37.657 unit rumah atau 48,56 persen 

Bank Syariah Indonesia menyalurkan 19.088 unit atau 24,61 persen 

Bank Rakyat Indonesia menyalurkan 6.275 unit atau 8,09 persen 

Bank Negara Indonesia menyalurkan 5.608 unit atau 7,23 persen 

Bank Mandiri menyalurkan 2.755 unit atau 3,55 persen 

Mitra bank penyalur FLPP lainnya menyalurkan sisa sebesar 7,96 persen

Sementara itu, bila dilihat dari sisi asosiasi pelaku usaha pengembang properti, Real Estat Indonesia memberikan kontribusi yang paling besar. Daftar performa realisasi dari tiap-tiap asosiasi pengembang adalah sebagai berikut:

Real Estat Indonesia menyalurkan 32.026 unit rumah atau 41,3 persen Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia menyalurkan 23.048 unit atau 29,72 persen 

Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat menyalurkan 10.426 unit atau 13,44 persen

Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional menyalurkan 3.532 unit atau 4,55 persen 

PI menyalurkan 2.475 unit atau 3,19 persen Asosiasi pengembang lain menyalurkan sisa sebesar 7,8 persen

Melihat pada profil pengguna, kelompok masyarakat generasi muda menjadi kategori yang paling mendominasi porsi penerimaan bantuan pembiayaan ini. Rentang umur 19 sampai 25 tahun menjadi segmen konsumen terbanyak yang mengambil paket FLPP, yakni mencapai 28.060 unit hunian atau 36,19 persen dari total nasional.

Tren ini menunjukkan tingginya keinginan serta kebutuhan dari masyarakat usia produktif awal untuk memiliki rumah pertama mereka melalui bantuan subsidi tersebut.

Berdasarkan latar belakang mata pencaharian, kelompok pekerja swasta menjadi segmen pengguna terbesar. Detail penerima manfaat berdasarkan jenis pekerjaan adalah sebagai berikut:

Karyawan swasta sebesar 52.592 unit atau 67,83 persen Wiraswasta sebesar 12.699 unit atau 16,38 persen Pegawai negeri sipil sebesar 6.343 unit atau 8,18 persen Kategori pekerjaan lainnya sebesar 4.723 unit atau 6,09 persen Anggota TNI atau Polri sebesar 1.175 unit atau 1,52 persen

Penyaluran pembiayaan perumahan ini dipercaya akan terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Langkah koordinasi yang berkala serta evaluasi langsung pada capaian perbankan dan pengembang terus berjalan demi memastikan target volume rumah subsidi yang direncanakan dapat terpenuhi seluruhnya.

Terkini